Badan Keamanan Negara Saudi menyatakan seperti diberitakan kantor berita resmi Saudi, SPA dan dilansir kantor berita AFP, Jumat (6/10/2017), polisi menggerebek tiga tempat persembunyian di ibu kota Riyadh dan sempat terjadi baku tembak di salah satunya.
Dalam statemennya, Badan Keamanan Negara menyatakan, seorang pria menolak untuk menyerahkan diri saat digerebek polisi. Dia tewas setelah meledakkan dirinya di dalam sebuah rumah di Riyadh timur. Saat penggerebekan, sabuk-sabuk bahan peledak tengah dibuat di rumah tersebut.
Polisi kemudian terlibat baku tembak dengan seorang terduga teroris di sebuah apartemen. Pria itu pun tewas. Adapun dalam penggerebekan di tempat ketiga, polisi menangkap lima orang. Disebutkan bahwa mereka yang ditangkap terkait dengan kelompok ISIS.
Kepolisian Saudi menyatakan, penggerebekan yang dilakukan pada Rabu (4/10) waktu setempat tersebut telah membantu menggagalkan serangan-serangan baru di negara kaya minyak itu.
Serangkaian serangan bom telah terjadi di Saudi dalam beberapa bulan terakhir. Sejak akhir tahun 2014, ISIS telah mengklaim mendalangi serangkaian pengeboman dan penembakan terhadap warga Syiah dan aparat keamanan Saudi. Saudi merupakan anggota koalisi internasional pimpinan AS yang tengah memerangi ISIS di Suriah dan Irak. (ita/ita)











































