DetikNews
Kamis 05 Oktober 2017, 18:38 WIB

Pakar Terkemuka CIA: Kim Jong-Un Sangat Rasional

Novi Christiastuti - detikNews
Pakar Terkemuka CIA: Kim Jong-Un Sangat Rasional Kim Jong-Un (KCNA Via Reuters)
Washington DC - Pakar terkemuka dari Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) menyebut pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un sebagai politikus rasional. AS harus memahami hal itu untuk berhadapan dengan Korut yang kini bersenjatakan nuklir.

"Terlepas dari ucapan yang keras, Kim Jong-Un adalah seorang sosok yang rasional," sebut Wakil Asisten Direktur Pusat Misi Korea CIA, Yong Suk Lee, seperti dilansir AFP, Kamis (5/10/2017). Yong Suk Lee berbicara dalam konferensi publik yang digelar CIA dan George Washington University, Washington DC.

"Kita yang ada di negara ini, memiliki kecenderungan untuk meremehkan konservatisme dia (Kim Jong-Un)," ujarnya. Konservatisme merujuk pada paham politik yang ingin mempertahankan tradisi dan stabilitas sosial, melestarikan pranata yang sudah ada, menghendaki perkembangan setahap demi setahap, serta menentang perubahan radikal.

"Dia (Kim Jong-Un) ingin berkuasa dalam waktu lama dan mati di ranjangnya sendiri," ucap Lee dalam konferensi publik soal keamanan nasional itu.


Sejumlah politikus AS, termasuk Presiden AS Donald Trump berulang kali menggambarkan Kim Jong-Un sebagai sosok irasional dan gila.

Menurut Lee, Kim Jong-Un kini fokus untuk tetap berkuasa. Dikatakan Lee, salah satu buktinya adalah pembunuhan brutal Kim Jong-Nam, saudara tiri Kim Jong-Un pada Februari lalu di Malaysia, yang diduga didalangi agen intelijen Korut. "Semua politik adalah lokal," ujar Lee.

Lee menyebut, sejarah panjang Korut dikeliling oleh kekuatan-kekuatan besar, yang berarti Korut secara konstan dalam posisi defensif. "Korea Utara adalah organisme politik yang tumbuh pesat dalam konfrontasi," imbuhnya.


Namun di sisi lain, pertahanan besar-besaran Kim Jong-Un dan perlawanannya terhadap AS bukan berarti dia akan bertindak irasional, meskipun sekarang dia memiliki kemampuan menembakkan rudal bermuatan nuklir ke wilayah AS.

"Bangun tidur dan memutuskan menembakkan rudal nuklir ke Los Angeles tidak masuk dalam kepentingannya untuk bertahan," tandas Lee.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
  • Foto News

    Ini Dia Saksi Bisu Akhir Kekuasaan ISIS di Raqqa

    DETIKPHOTO | Kamis 19 Oktober 2017, 15:09 WIB Hampir empat tahun Raqqa dikuasai ISIS. Kota ini menjadi lumpuh dan porak-poranda layaknya kota hantu. Berikut adalah potret saksi bisunya.