DetikNews
Selasa 03 Oktober 2017, 17:07 WIB

Gedung Putih: Sekarang Bukan Waktunya Berbicara dengan Korut

Rita Uli Hutapea - detikNews
Gedung Putih: Sekarang Bukan Waktunya Berbicara dengan Korut Kim Jong-Un periksa bom hidrogen (Foto: KCNA via REUTERS)
Washington - Gedung Putih menegaskan bahwa sekarang bukan waktunya untuk berbicara dengan Korea Utara (Korut) mengenai program nuklir dan rudal negeri komunis itu.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, satu-satunya pengecualian adalah pembicaraan yang dimaksudkan untuk membawa pulang warga Amerika yang ditahan di Korut.

"Ada perbedaan antara berbicara dan melakukan tekanan diplomatik dan kami sangat mendukung penerapan tekanan diplomatik pada Korut yang terus kami lakukan saat ini. Tapi sekarang bukan waktunya untuk melakukan pembicaraan dengan Korut," cetus Sanders seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/10/2017).

Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan bahwa pejabat-pejabat AS tengah melakukan kontak dengan pejabat-pejabat Korut, meski meningkatnya perang kata-kata antara pemimpin kedua negara terkait program nuklir dan rudal Korut. Namun beberapa jam kemudian, Presiden Donald Trump mencetuskan bahwa negosiasi dengan Korut soal program nuklirnya hanya akan buang-buang waktu saja.

Departemen Luar Negeri kemudian mengklarifikasi bahwa Korut "tidak menunjukkan indikasi bahwa mereka berminat atau siap untuk berdialog soal denuklirisasi."

Sebelumnya dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB, Trump mengancam akan menghancurkan Korut secara total jika terus mengancam AS ataupun sekutunya. Dalam pidatonya itu, Trump menghina pemimpin Korut, Kim Jong-Un sebagai "Manusia Roket" yang tengah melakukan misi bunuh diri. Kim kemudian merespons dengan menyebut Trump sebagai "orang pikun yang gila."
(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
  • Foto News

    Ini Dia Saksi Bisu Akhir Kekuasaan ISIS di Raqqa

    DETIKPHOTO | Kamis 19 Oktober 2017, 15:09 WIB Hampir empat tahun Raqqa dikuasai ISIS. Kota ini menjadi lumpuh dan porak-poranda layaknya kota hantu. Berikut adalah potret saksi bisunya.