Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, satu-satunya pengecualian adalah pembicaraan yang dimaksudkan untuk membawa pulang warga Amerika yang ditahan di Korut.
"Ada perbedaan antara berbicara dan melakukan tekanan diplomatik dan kami sangat mendukung penerapan tekanan diplomatik pada Korut yang terus kami lakukan saat ini. Tapi sekarang bukan waktunya untuk melakukan pembicaraan dengan Korut," cetus Sanders seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Departemen Luar Negeri kemudian mengklarifikasi bahwa Korut "tidak menunjukkan indikasi bahwa mereka berminat atau siap untuk berdialog soal denuklirisasi."
Sebelumnya dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB, Trump mengancam akan menghancurkan Korut secara total jika terus mengancam AS ataupun sekutunya. Dalam pidatonya itu, Trump menghina pemimpin Korut, Kim Jong-Un sebagai "Manusia Roket" yang tengah melakukan misi bunuh diri. Kim kemudian merespons dengan menyebut Trump sebagai "orang pikun yang gila." (ita/ita)











































