Kelompok militan Taliban mengklaim serangan mematikan di distrik Maroof yang berbatasan dengan Pakistan tersebut. Empat orang lainnya luka-luka dalam serangan bom itu.
"Dua belas orang pasukan keamanan tewas dan empat lainnya luka-luka," kata juru bicara Kandahar, Zia Durrani seperti dikutip kantor berita AFP, Kamis (28/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kuatnya ledakan menyebabkan kerusakan pada bangunan dan menimbulkan korban. Operasi pembersihan tengah berlangsung di area tersebut," tuturnya.
Insiden ini merupakan serangan mematikan terbaru oleh kelompok militan Taliban, yang telah gencar melancarkan serangan-serangan sejak pasukan tempur NATO yang dipimpin Amerika Serikat ditarik mundur pada tahun 2014 lalu. Kini Taliban menguasai sejumlah besar wilayah di Afghanistan.
Bahkan saat kunjungan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis dan kepala NATO Jens Stoltenberg ke Kabul pada Rabu (27/9) waktu setempat, para militan meluncurkan serangkaian roket dekat bandara internasional di ibu kota Afghanistan itu.
(ita/ita)











































