Seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (28/9/2017), dekorasi haloween itu berupa manekin perempuan berambut panjang dan hitam yang tergerai. Dia memakai baju putih dengan tumpahan darah.
Manekin itu digantung di pepohonan dekat stan makanan di Orchard Road. Keberadaan manekin mengerikan itu diprotes netizen karena dianggap mempromosikan bunuh diri.
Salah satu protes disampaikan netizen lewat grup Facebook 'Singaporeans Defending Marriage and Family'. Dekorasi itu dianggap sangat mengganggu dan bisa memberi rasa trauma ke anak-anak.
Keberadaan sosok perempuan yang gantung diri sebagai dekorasi halloween dianggap justru mendorong anak muda untuk bunuh diri. Apalagi, saat ini generasi muda di Singapura disebut sedang menghadapi stres hingga depresi. Ada juga yang menganggap pemasangan ini ironis, karena di Singapura saat ini adalah bulan kesadaran terkait bunuh diri.
Dekorasi ini dipasang oleh lembaga nonprofit bernama *SCAPE. Lembaga ini menjelaskan bahwa dekorasi 'kuntilanak' ini merupakan bagian dari promosi 'Museum of Horror'.
"Kami menerima banyak masukan soal manekin ini dan setelah mengkaji kembali, kami meminta vendor untuk menurunkan manekin itu dari area publik," demikian bunyi pernyataan *SCAPE. (imk/tor)











































