DetikNews
Rabu 27 September 2017, 14:09 WIB

Izinkan Wanita Mengemudi Sendiri, Arab Saudi Hujan Pujian

Novi Christiastuti - detikNews
Izinkan Wanita Mengemudi Sendiri, Arab Saudi Hujan Pujian Ilustrasi (Reuters/File)
Riyadh - Kerajaan Arab Saudi dihujani pujian setelah mengizinkan kaum wanita di negaranya untuk mengemudikan sendiri kendaraannya. Keputusan itu disambut baik oleh banyak pihak, mulai dari para aktivis wanita di Saudi hingga Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Saya menyambut baik keputusan Arab Saudi untuk mencabut larangan pengemudi wanita. Ini langkah penting menuju ke arah yang benar," ucap Sekjen PBB, Antonio Guterres, via akun Twitter resminya, seperti dilansir CNN, Rabu (27/9/2017).

Pada Selasa (26/9) waktu setempat, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud merilis dekrit yang mengatur penerbitan surat izin mengemudi (SIM) bagi wanita di Saudi. Dekrit itu akan mulai berlaku pada Juni 2018. Warga Saudi sendiri, terutama kaum wanita, merasa senang dengan keputusan ini.

Video pengumuman Arab Saudi cabut larangan wanita mengemudi


"Hari yang mulia. Tidak bisa menahan air mata saya. Selamat untuk seluruh wanita di negeri asal saya," tutur anggota Dewan Syura Saudi, Latifah Alshaalan, dalam pernyataan via Twitter, seperti dilansir AFP.


Alshaalan menyebut keputusan ini akan semakin membuka lapangan pekerjaan di sektor swasta untuk kaum wanita. "Ini merupakan hari bersejarah dan saya tidak bisa berkata-kata untuk mengutarakan perasaan saya dan perasaan ribuan wanita Saudi," ucap Alshaalan kepada Arabiya TV.

Aktivis wanita, Manal al-Sharif, yang memimpin gerakan protes 'Women2Drive' tahun 2011 lalu merasa senang atas keputusan ini. "Hari ini, (Saudi) menjadi negara terakhir di Bumi yang mengizinkan wanita mengemudi... kita berhasil," ujar wanita yang kini tinggal di Sydney, Australia ini via Twitter. Al-Sharif pernah dipenjara dan dipermalukan karena melanggar larangan mengemudi di Saudi, tahun 2011 lalu.

Reaksi positif juga disampaikan oleh organisasi HAM internasional, Amnesty International. "Ini menjadi testimoni dari keberanian para aktivis wanita yang telah berkampanye selama bertahun-tahun... Arab Saudi akhirnya melunak dan memutuskan untuk mengizinkan wanita mengemudi," demikian pernyataan Amnesty International.

Pujian juga datang dari Presiden AS Donald Trump yang menyebut keputusan ini sebagai 'langkah positif'. "Ini langkah positif dalam memperjuangkan hak dan kesempatan bagi kaum wanita di Arab Saudi," demikian pernyataan Gedung Putih.


Dalam keterangannya kepada wartawan, Duta Besar Saudi untuk AS, Pangeran Khaled bin Salman, menjelaskan bahwa nantinya kaum wanita di Saudi tidak perlu meminta izin pendamping mereka untuk mendapatkan SIM. Kaum wanita tidak perlu ditemani pendamping pria saat mengemudi dan bebas mengemudikan kendaraannya di mana saja, termasuk di Mekah dan Madinah.

Tidak hanya itu, setiap wanita dari negara-negara Teluk yang memiliki SIM juga bisa mengemudi di dalam wilayah Saudi. Pangeran Khaled menyatakan, Kementerian Dalam Negeri Saudi masih mempertimbangkan apakah wanita akan diizinkan menjadi pengemudi profesional.

"Ini merupakan hari besar yang bersejarah untuk kerajaan kami," ucap Pangeran Khaled dalam pernyataannya, seperti dilansir CNN. Sebuah komisi telah dibentuk untuk memberlakukan keputusan ini dan akan memberikan rekomendasi dalam waktu 30 hari. Otoritas Saudi memiliki waktu hingga 24 Juni 2018 untuk memberlakukan isi dekrit tersebut.

Di dalam negeri, kritikan untuk keputusan itu bermunculan. Mereka yang tidak setuju wanita mengemudi sendiri, menyebut keputusan ini sama saja membelokkan hukum Syariat. Beberapa pihak juga menyebut keputusan ini bisa membawa para wanita bergaul dengan pria-pria yang bukan muhrimnya dan berpotensi melanggar aturan pemisahan jenis kelamin.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed