DetikNews
Rabu 27 September 2017, 12:10 WIB

Trump Abaikan Seruan Menahan Diri Hadapi Ancaman Korut

Novi Christiastuti - detikNews
Trump Abaikan Seruan Menahan Diri Hadapi Ancaman Korut Donald Trump (REUTERS/Yuri Gripas)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya mengabaikan seruan untuk menahan diri terkait ketegangan dengan Korea Utara (Korut). Yang terbaru, Trump menuding Korut telah menyiksa mahasiswa AS, Otto Warmbier, yang tewas usai ditahan rezim komunis itu.

Dalam pernyataan terbaru saat konferensi pers di Gedung Putih, seperti dilansir AFP dan CNN, Rabu (27/9/2017), Trump menyerukan dunia untuk lebih mengisolasi Korut. Trump juga kembali menegaskan bahwa AS 'sangat siap' jika memang harus mengambil opsi militer terhadap Korut.

"Jika kami mengambil opsi itu, tentu akan sangat menghancurkan -- menghancurkan -- bagi Korea Utara. Itu disebut opsi militer," ucap Trump dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy yang sedang berkunjung ke AS, pada Selasa (26/9) waktu setempat.

"Dia bertindak sangat buruk. Dia mengatakan hal-hal yang seharusnya tidak pernah diucapkan," imbuh Trump, merujuk pada Kim Jong-Un.


Dalam pernyataannya, Trump menegaskan AS hanya menanggapi provokasi-provokasi Kim Jong-Un. Dia bersikeras bahwa pernyataan-pernyataannya hanya merespons retorika Korut. Trump mengecam situasi tegang di Semenanjung Korea dan menyebut dirinya ditinggali kekacauan oleh pemerintahan AS sebelumnya.

"Saya akan membereskan kekacauan ini. Kita lihat apa yang akan terjadi," tegas Trump.

Secara terpisah, Trump untuk pertama kali melontarkan tudingan secara publik terhadap Korut, terkait kematian mahasiwa AS, Otto Warmbier (22). Warmbier yang divonis 15 tahun kerja paksa oleh Korut, akhirnya meninggal dunia setelah dipulangkan ke AS dalam kondisi koma.

[Gambas:Video 20detik]


Korut telah menyangkal seluruh tudingan yang menyebut Warmbier tewas karena disiksa dan dipukuli selama dalam tahanan. Saat itu, Trump mengecam Korut atas kematian Warmbier namun tidak melontarkan tudingan secara publik.

Dalam salah satu kicauan terbarunya, Trump kembali membahas soal Warmbier usai melihat orangtua mahasiswa AS itu dalam tayangan televisi pada Selasa (26/9) pagi waktu setempat. "Otto disiksa secara luar biasa oleh Korea Utara," sebut Trump via akun Twitter-nya, @realDonaldTrump.

Berbagai pihak, terutama China, menyerukan Trump dan Korut menahan diri dan tidak semakin dalam terlibat dalam perang kata-kata yang bisa berujung perang sungguhan. China juga menegaskan, tak akan ada pemenang jika memang terjadi perang di Semenanjung Korea.


(nvc/rna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
  • Foto News

    Ini Dia Saksi Bisu Akhir Kekuasaan ISIS di Raqqa

    DETIKPHOTO | Kamis 19 Oktober 2017, 15:09 WIB Hampir empat tahun Raqqa dikuasai ISIS. Kota ini menjadi lumpuh dan porak-poranda layaknya kota hantu. Berikut adalah potret saksi bisunya.