"Seorang teroris yang tiba di gerbang belakang Har Adar bersama para pekerja Palestina, masuk ke permukiman ... mengeluarkan sebuah senjata dan menembaki pasukan di lokasi," demikian disampaikan kepolisian Israel seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (26/9/2017).
"Tiga warga Israel tewas dalam serangan itu, seorang lainnya terluka dan teroris dinetralisir," imbuh kepolisian Israel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak rumah sakit menyatakan, warga Israel yang terluka telah dibawa ke rumah sakit Hadassah di Yerusalem. Kondisinya saat ini serius.
Insiden penembakan ini terjadi di sebuah permukiman yang berada di barat laut Yerusalem, yang berdekatan dengan sejumlah desa Palestina. Penembakan ini terjadi di saat gelombang kekerasan di Tepi Barat telah banyak berkurang dalam beberapa bulan terakhir.
Sejak Oktober 2015, menurut penghitungan AFP, gelombang kekerasan telah menewaskan setidaknya 295 warga Palestina, 50 warga Israel, dua warga Amerika, dua warga Yordania, seorang warga Eritrea, seorang warga Sudan dan seorang warga Inggris. Menurut otoritas Israel, kebanyakan warga Palestina yang tewas tersebut merupakan pelaku penikaman, penembakan atau serangan tabrak mobil. Sebagian warga Palestina lainnya tewas ditembak dalam aksi-aksi demo dan bentrokan. (ita/ita)











































