DetikNews
Senin 25 September 2017, 18:12 WIB

Lindungi Adiknya yang Dicabuli, Bocah 8 Tahun di AS Tewas Dipukuli

Novi Christiastuti - detikNews
Lindungi Adiknya yang Dicabuli, Bocah 8 Tahun di AS Tewas Dipukuli Deandre Chaney Jr, pelaku yang menghabisi nyawa bocah 8 tahun di AS (Sacramento Police Department)
California - Mengerikan! Seorang bocah laki-laki di California, Amerika Serikat (AS) tewas dipukuli dengan palu oleh mantan kekasih ibunya. Bocah berusia 8 tahun ini dianiaya saat berusaha melindungi adik perempuannya yang dicabuli pelaku.

Seperti dilansir media AS, Fox News, Senin (25/9/2017), bocah bernama Dante Daniels ini diserang dengan palu dan pemantik api pada 1 September lalu, saat berusaha melindungi adiknya, Danae (7) yang sedang dicabuli pelaku.

Pelakunya adalah seorang pria bernama Deandre Chaney Jr (23) yang merupakan mantan kekasih ibu korban. Laporan kriminal kepolisian setempat menyebut, saat itu pelaku 'terlibat tindak kejahatan melakukan aksi cabul' terhadap Danae.

Akibat serangan brutal itu, Dante mengalami 'kematian otak' dan meninggal dunia enam hari kemudian, atau pada 7 September lalu.

Ibunda kedua bocah itu, Elizabeth Salone (28), diketahui sedang pergi keluar rumah saat tindakan keji itu terjadi. Beberapa saat sebelum kejadian, Salone yang saat itu harus mengantarkan saudara laki-lakinya ke tempat kerja, terpaksa meninggalkan kedua anaknya di rumah dan menitipkan mereka pada Chaney yang kebetulan sedang berada di rumah tersebut.

Namun ketika tiba di rumah, Salone mendengar tangisan salah satu anaknya dari dalam rumah. Otoritas setempat menyatakan Salone juga diserang oleh Chaney hingga luka-luka. Tak hanya itu, Chaney juga menyerang bocah Danae dengan palu dan pisau.

Nenek Dante, Monique Brown, menuturkan Salone dan Danae berhasil selamat. Namun mata kiri Salone dilaporkan kehilangan kemampuan penglihatan, sedangkan Danae diperkirakan membutuhkan banyak bantuan.

"(Dante-red) Berusaha menyelamatkan adiknya dari pencabul anak-anak ini. Dan itulah mengapa dia dipukuli paling parah," ujar Brown.

Brown menyebut cucunya sebagai pahlawan. Menurutnya, Dante dipukuli dengan palu hingga tulang belakangnya. "Mereka tidak bisa menyelamatkan otaknya (Dante-red)," tutur sang nenek.

Brown juga menyatakan, Dante mendonorkan jantungnya untuk orang lain. "Dante memberikan jantungnya untuk bocah 4 tahun di California Selatan, jadi bocah 4 tahun itu bisa tetap hidup karenanya," ujarnya.

Akibat aksi kejinya, Chaney dijerat dakwaan berlapis, yakni pembunuhan, percobaan pembunuhan dan tindakan cabul terhadap anak berusia di bawah 14 tahun. Chaney diketahui telah memiliki catatan kriminal sebelumnya untuk dakwaan perampokan, penyerangan dan kejahatan seksual.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed