DetikNews
Kamis 14 September 2017, 12:15 WIB

Korut Ancam Binasakan AS dan Tenggelamkan Jepang ke Laut

Rita Uli Hutapea - detikNews
Korut Ancam Binasakan AS dan Tenggelamkan Jepang ke Laut Kim Jong-Un periksa bom hidrogen (Foto: KCNA via REUTERS)
Pyongyang - Sebuah organisasi Korea Utara (Korut) menyerukan agar Amerika Serikat dibinasakan dan "dipukuli sampai mati" seperti "anjing gila" karena memelopori sanksi-sanksi baru PBB terhadap Pyongyang. Disebutkan pula, Jepang yang merupakan sekutu AS harus "ditenggelamkan ke laut".

Seruan itu dilontarkan juru bicara Komite Perdamaian Asia Pasifik Korea Utara (KAPPC) yang mengecam keras resolusi mengenai sanksi-sanksi baru yang disetujui secara bulat dalam voting Dewan Keamanan PBB pada Senin (11/9) waktu setempat. Disebutkan KAPPC, rakyat Korut meminta adanya pembalasan keras terhadap AS dan sekutunya terkait sanksi-sanksi baru tersebut.



"Militer dan rakyat DPRK (singkatan nama resmi Korut) dengan suara bulat menuntut agar Yankee (sebutan Korut untuk Amerika), pelaku utama dalam merancang 'resolusi sanksi-sanksi', dipukuli sampai mati dengan tongkat yang cocok untuk anjing gila," cetus juru bicara KAPPC dalam statemen yang dirilis kantor berita resmi Korut, KCNA dan dilansir AFP, Kamis (14/9/2017).

"Sekarang waktunya untuk membinasakan agresor penjajah AS. Mari kita ubah daratan AS menjadi abu dan kegelapan," imbuh KAPPC.

KAPPC juga mengancam Jepang karena dukungannya pada AS. Disebutkan KAPPC, sejumlah pulau di Jepang harus ditenggelamkan ke laut dengan menggunakan bom nuklir.

Dewan Keamanan PBB pada Senin (11/9) waktu setempat mengadopsi resolusi yang disusun oleh Amerika Serikat, mengenai penerapan sanksi-sanksi baru terhadap Korea Utara (Korut) menyusul uji coba nuklirnya awal bulan ini. Resolusi ini diadopsi dengan suara bulat oleh keseluruhan 15 negara anggota DK PBB, termasuk China dan Rusia yang merupakan sekutu Korut.

Resolusi DK PBB tersebut mengatur tentang penerapan larangan ekspor tekstil Korut dan pembatasan impor minyak mentah. Ini merupakan resolusi sanksi ke-9 terhadap Korut, yang diadopsi DK PBB sejak tahun 2006 atas program rudal dan nuklirnya.

Sesuai resolusi baru ini, maka kini Korut dilarang mengeskpor tekstil -- ekspor terbesar keduanya setelah batubara dan mineral lainnya pada tahun 2016, yang berjumlah total US$ 752 juta, menurut data dari Badan Promosi Perdagangan-Investasi Korea. Hampir 80 persen ekspornya ditujukan ke China. Resolusi ini juga menerapkan pembatasan ekspor minyak mentah ke Korut. China selama ini memasok sebagian besar minyak mentah Korut.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed