DetikNews
Kamis 14 September 2017, 11:23 WIB

Kebakaran di Pesantren Kuala Lumpur, Santri Berteriak Minta Tolong

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kebakaran di Pesantren Kuala Lumpur, Santri Berteriak Minta Tolong kebakaran di pesantren di Kuala Lumpur (Foto: The Star)
Kuala Lumpur - Kebakaran di sebuah pesantren di Kuala Lumpur, Malaysia diduga terjadi akibat hubungan arus pendek. Kebakaran berawal dari kamar asrama santri yang berada di lantai atas dari bangunan pesantren berlantai tiga itu.

Kebakaran di pesantren Darul Quran Ittifaqiyah itu menewaskan 24 orang, yang kebanyakan adalah para santri. Sebelumnya pejabat-pejabat Malaysia menyebut korban jiwa sebanyak 25 orang, namun kemudian direvisi menjadi 24 orang yang terdiri dari 22 santri dan 2 guru pesantren.

Kepala kepolisian Kuala Lumpur, Amar Singh mengatakan, asrama di pesantren tersebut cuma memiliki satu pintu, sehingga banyak korban yang terjebak di dalam saat kebakaran. Sejumlah saksi mata mengaku mendengar teriakan minta tolong para santri saat kebakaran terjadi.

"Mereka (petugas) masih menghitung jasad-jasad, yang menumpuk di sebuah sudut," tutur Singh seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (14/9/2017).

Dikatakannya, anak-anak laki-laki yang tewas dalam kebakaran itu berumur antara 13 tahun hingga 17 tahun. Tujuh orang lainnya terluka dan telah dilarikan ke rumah sakit, sedangkan 11 orang lainnya selamat tanpa cedera.

Penyebab kebakaran yang terjadi pada sekitar pukul 05.00 waktu setempat itu masih diselidiki. Namun Abu Obaidat bin Mohamad Saithalimat, wakil direktur dinas pemadam kebakaran mengatakan bahwa penyebabnya kemungkinan karena hubungan arus pendek.

Ratusan orang, termasuk keluarga para korban berkumpul di luar pesantren itu, sementara jasad-jasad korban dikeluarkanoleh para petugas pemadam dari pesantren yang terbakar.

Insiden ini disebut sebagai salah satu kebakaran terparah di negeri itu dalam waktu 20 tahun terakhir.

"Benar-benar tak masuk akal begitu banyak yang tewas dalam kebakaran ini," kata Khirudin Drahman, direktur dinas penyelamatan dan pemadam kebakaran Kuala Lumpur seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (14/9/2017).

"Menurut saya ini salah satu bencana kebakaran terburuk di negeri ini dalam waktu 20 tahun terakhir," imbuhnya.



(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed