DetikNews
Rabu 13 September 2017, 15:04 WIB

Al-Qaeda Ancam Myanmar Akan Dapat Hukuman Atas Kejahatannya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Al-Qaeda Ancam Myanmar Akan Dapat Hukuman Atas Kejahatannya pengungsi Rohingya (Foto: REUTERS/Danish Siddiqui)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Yangon - Para militan al-Qaeda menyerukan dukungan untuk warga muslim Rohingya di Myanmar. Kelompok teroris itu pun mengancam pemerintah Myanmar akan mendapatkan "hukuman atas kejahatannya".

"Perlakuan biadab yang diberikan pada saudara-saudara muslim kita ... tak akan berlalu tanpa hukuman," demikian statemen al-Qaeda menurut kelompok pemantau ekstremis yang berbasis di Amerika, SITE seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (13/9/2017).

"Pemerintah Myanmar harus dibuat untuk merasakan apa yang telah dirasakan saudara-saudara muslim kita," demikian disampaikan.

Al-Qaeda juga menyerukan umat muslim di seluruh dunia untuk mendukung warga Rohingya di Myanmar dengan memberikan "bantuan, senjata dan dukungan militer".

Gelombang kekerasan kembali marak di negara bagian Rakhine, Myanmar sejak 25 Agustus lalu, ketika para militan Rohingya melancarkan serangan-serangan ke puluhan pos polisi dan pangkalan militer. Otoritas Myanmar merespons serangan tersebut dengan melakukan operasi militer besar-besaran di Rakhine. Sekitar 400 ribu orang telah mengungsi ke Bangladesh akibat operasi militer tersebut.

Pemerintah Myanmar bersikeras bahwa pasukannya tengah melancarkan kampanye sah terhadap para "teroris" yang melancarkan serangan-serangan terhadap polisi, tentara dan warga sipil.

Awal bulan ini, pemimpin senior Al-Qaeda di Yaman juga menyerukan serangan terhadap otoritas Myanmar. Seruan serangan ini disebut Al-Qaeda sebagai bentuk dukungan untuk etnis minoritas muslim Rohingya yang tertindas di negara tersebut.

Dalam pesan videonya, pemimpin senior kelompok Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), Khaled Batarfi, menyerukan warga muslim di Bangladesh, India, Indonesia dan Malaysia untuk mendukung Rohingya melawan 'musuh-musuh Allah'. Batarfi juga mendorong kelompok Al-Qaeda di Subkontinen India (AQIS) untuk melakukan serangan terhadap otoritas Myanmar.

"Jangan berhenti dalam mengobarkan jihad terhadap mereka dan melawan serangan mereka dan jangan sampai mengecewakan saudara-saudara kita di Burma (Myanmar)," tegas Batarfi dalam pesan video itu. Batarfi diketahui bebas dari sebuah penjara di Yaman pada tahun 2015, saat AQAP menguasai kota pelabuhan Mukalla.




(ita/ita)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed