DetikNews
Rabu 13 September 2017, 13:48 WIB

Jadi Presiden Wanita Pertama Singapura, Halimah Dilantik Besok

Novi Christiastuti - detikNews
Jadi Presiden Wanita Pertama Singapura, Halimah Dilantik Besok Halimah Yacob dan suaminya, Mohammed Abdullah (REUTERS/Edgar Su)
Singapura - Halimah Yacob akan dilantik secara resmi menjadi Presiden ke-8 Singapura pada Kamis (14/9) besok. Halimah akan menjabat sebagai presiden wanita pertama Singapura untuk enam tahun ke depan.

"Presiden ke-8 Singapura, Madam Halimah Yacob, akan diambil sumpahnya pada inaugurasi yang akan digelar pada Kamis, 14 September 2017, pukul 18.00 waktu setempat, di Istana," demikian pernyataan kantor Perdana Menteri Singapura, seperti dilansir todayonline.com, Rabu (13/9/2017).

Halimah telah resmi ditetapkan sebagai Presiden ke-8 Singapura oleh Returning Officer Ng Wai Choong pada Rabu (13/9) siang waktu setempat. Dengan penetapan ini, Halimah juga resmi mencetak sejarah sebagai presiden wanita pertama di Singapura. Ratusan pendukung Halimah yang berkumpul di Gedung Pusat Pencalonan setempat, menyambut penetapan itu dengan sorak sorai.


Selain menjadi presiden wanita pertama, Halimah juga mencatatkan diri sebagai Presiden dari komunitas Melayu pertama dalam 47 tahun terakhir. Yusof Ishak yang menjabat Presiden Singapura tahun 1965-1970, merupakan Presiden pertama Singapura dan satu-satunya anggota komunitas Melayu yang pernah menjabat Presiden Singapura.

Dengan sistem parlementer Westminster, Singapura memiliki seorang Presiden sebagai kepala negara dan seorang Perdana Menteri (PM) sebagai kepala pemerintahan. Peran seorang Presiden Singapura kebanyakan hanyalah seremonial. Sedangkan seorang PM Singapura memiliki tugas memimpin jalannya pemerintahan di negeri Singa itu. Jabatan PM Singapura dipegang oleh Lee Hsien Loong sejak tahun 2004.

Amandemen Konstitusi Singapura yang dilakukan di bawah pemerintahan PM Lee turut mengantarkan Halimah ke jabatan tertinggi di negara itu. Dalam amandemen itu, diatur bahwa pilpres di Singapura bisa diperuntukkan khusus bagi salah satu komunitas jika tidak ada seorang pun dari komunitas tersebut yang menjabat Presiden dalam lima masa jabatan terakhir.


[Gambas:Video 20detik]

Diketahui bahwa Singapura terdiri atas banyak ras dan etnis. CNN mencatat, populasi Singapura saat ini terdiri atas 74 persen komunitas China, 13 persen komunitas Melayu, 9 persen komunitas India dan 3,2 persen komunitas minoritas lainnya.

Pilpres Singapura untuk tahun ini ditetapkan secara khusus bagi komunitas Melayu, artinya hanya anggota komunitas itu yang bisa mencalonkan diri. Dari lima kandidat capres yang mendaftar, hanya Halimah yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan dan empat calon lainnya gugur.

Tanpa adanya pesaing lain bagi Halimah, maka tidak ada pemungutan suara di Singapura yang tadinya direncanakan digelar pada 23 September mendatang. Dengan demikian, Halimah mencatatkan diri sebagai Presiden Singapura terpilih tanpa pemungutan suara.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed