DetikNews
Rabu 13 September 2017, 11:56 WIB

Soal Sanksi Baru ke Korut, Trump: Itu Cuma Langkah Sangat Kecil

Rita Uli Hutapea - detikNews
Soal Sanksi Baru ke Korut, Trump: Itu Cuma Langkah Sangat Kecil Kim Jong-Un periksa bom hidrogen (Foto: KCNA via REUTERS)
Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut sanksi-sanksi baru PBB terhadap Korea Utara (Korut) sebagai 'langkah yang sangat kecil." Trump pun menyerukan langkah-langkah yang lebih keras untuk menghentikan program nuklir dan rudal Korut.

Hal tersebut disampaikan Trump sehari setelah Dewan Keamanan PBB menerapkan sanksi-sanksi ekonomi tambahan terhadap Korut menyusul uji coba nuklirnya pada 3 September lalu. Sanksi-sanksi baru tersebut tertuang dalam resolusi yang disetujui secara bulat dalam voting 15 negara anggota DK PBB yang digelar pada Senin (11/9) waktu setempat.

"Kami pikir itu cuma langkah lainnya yang sangat kecil -- bukan masalah besar," kata Trump kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (13/9/2017).

"Saya tidak tahu apakah itu (sanksi) berdampak apapun, namun tentunya bagus untuk mendapatkan 15 suara tanpa penolakan dalam voting, tapi sanksi-sanksi itu tak seberapa dibandingkan dengan apa yang akhirnya harus terjadi," imbuh Trump tanpa menjelaskan lebih jauh.

[Gambas:Video 20detik]

Dewan Keamanan PBB pada Senin (11/9) waktu setempat secara bulat mengadopsi resolusi yang disusun oleh Amerika Serikat, mengenai penerapan sanksi-sanksi baru terhadap Korea Utara (Korut) menyusul uji coba nuklirnya belum lama ini. Resolusi ini diadopsi pada Senin (11/9) waktu setempat dengan suara bulat oleh keseluruhan 15 negara anggota DK PBB, termasuk China dan Rusia yang merupakan sekutu Korut.

Resolusi DK PBB tersebut mengatur tentang penerapan larangan ekspor tekstil Korut dan pembatasan impor minyak mentah. Ini merupakan resolusi sanksi ke-9 terhadap Korut, yang diadopsi DK PBB sejak tahun 2006 atas program rudal dan nuklirnya.

Sesuai resolusi baru ini, maka kini Korut dilarang mengeskpor tekstil -- ekspor terbesar keduanya setelah batubara dan mineral lainnya pada tahun 2016, yang berjumlah total US$ 752 juta, menurut data dari Badan Promosi Perdagangan-Investasi Korea. Hampir 80 persen ekspornya ditujukan ke China. Resolusi ini juga menerapkan pembatasan ekspor minyak mentah ke Korut. China memasok sebagian besar minyak mentah Korut.

"Kami tidak merasa senang dalam memperkuat sanksi-sanksi hari ini. Kami tidak mencari-cari perang," kata Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley kepada DK PBB usai voting.

Sepekan lalu, Haley menyerukan sanksi-sanksi paling keras terhadap Korut. Namun setelah berhari-hari negosiasi, Washington membatalkan sejumlah usulan sanksi demi mendapatkan dukungan Rusia dan China. Usulan sanksi yang dibatalkan itu termasuk embargo minyak dan pembekuan aset pemimpin Korut Kim Jong-Un serta larangan perjalanan untuknya.


(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed