Pembunuhan Wali Kota di Kuburan Belgia Aksi Balas Dendam

Pembunuhan Wali Kota di Kuburan Belgia Aksi Balas Dendam

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 12 Sep 2017 17:31 WIB
Pembunuhan Wali Kota di Kuburan Belgia Aksi Balas Dendam
Situasi di kota Mouscron usai Wali Kotanya tewas dibunuh (AFP)
Brussels - Seorang pemuda berusia 18 tahun diyakini mendalangi pembunuhan Wali Kota Mouscron, Alfred Gadenne, di Belgia. Pembunuhan ini diduga sebagai aksi balas dendam.

Gadenne (71) yang mantan anggota parlemen regional ini, ditemukan tewas dalam kondisi leher tergorok di pemakaman Luingne yang ada di kota Mouscron pada Senin (11/9) waktu setempat. Gadenne juga menjadi penjaga makam itu dan bertugas mengunci gerbang saat pagi dan malam.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (12/9/2017), seorang jaksa setempat menyatakan seorang remaja putra telah ditangkap, setelah menyerahkan diri kepada polisi. Pemuda yang tidak disebut namanya ini menyerahkan diri di lokasi pada malam hari, usai melakukan aksinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mouscron merupakan sebuah kota industri dengan jumlah penduduk sekitar 57 ribu jiwa yang ada di Provinsi Halnut, Belgia bagian barat.


Media lokal Belgia, RTBF, menyebut pelaku yang ditangkap masih berumur 18 tahun. Kepada polisi, remaja ini mengaku melakukan pembunuhan itu untuk membalas dendam atas kematian ayahnya.

Disebutkan RTBF, ayah pelaku tewas bunuh diri sekitar dua tahun lalu, setelah dipecat sebagai pegawai dewan kota setempat. Tidak dijelaskan lebih lanjut alasan pemecatan itu dan apakah Gadenne sebagai Wali Kota memerintahkan pemecatan itu.

Gadenne dibunuh saat akan mengunci pintu gerbang pemakaman setempat, yang terletak berdekatan dengan rumahnya. Jenazahnya ditemukan oleh istrinya pada Senin (11/9) waktu setempat.

Ucapan belasungkawa mengalir dari otoritas Belgia, termasuk dari Perdana Menteri Chales Michel. "Saya mengetahui kematian brutal Alfred Gadenne, dengan kengerian. Seluruh pikiran saya tertuju untuk keluarga dan teman-temannya," ucap PM Michel melalui akun Twitternya.

(nvc/ita)


Berita Terkait