DetikNews
Selasa 12 September 2017, 15:18 WIB

Pilot Sakit Massal, Air Berlin Batalkan Puluhan Penerbangan

Novi Christiastuti - detikNews
Pilot Sakit Massal, Air Berlin Batalkan Puluhan Penerbangan Ilustrasi (REUTERS/Eric Gaillard)
Berlin - Maskapai penerbangan asal Jerman, Air Berlin, membatalkan sekitar 70 penerbangan sekaligus dalam satu hari. Penyebabnya, para pilot maskapai yang telah bangkrut itu tiba-tiba jatuh sakit dalam waktu nyaris bersamaan, yang tidak biasanya terjadi.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (12/9/2017), informasi keberangkatan pesawat pada situs Air Berlin menunjukkan puluhan penerbangan dibatalkan untuk Selasa (12/9) waktu setempat. Pembatalan ini terjadi di beberapa bandara di Jerman, termasuk Berlin Tegel, Duesseldorf, Hamburg dan Cologne.

Insiden yang dialami Air Berlin ini juga berdampak pada aktivitas penerbangan Eurowings, anak maskapai Lufthansa yang merupakan maskapai terbesar di Jerman. Eurowings meminjam 33 pesawat plus awaknya dari Air Berlin. Juru bicara Eurowings menyatakan, pihaknya memperkirakan akan ada pembatalan penerbangan jarak pendek sebagai dampak dari banyaknya pilot Air Berlin yang jatuh sakit.

Namun Eurowings menyatakan tetap akan mengoperasikan 650 penerbangan yang telah dijadwalkan untuk Selasa (12/9). Alasannya, dibutuhkan banyak langkah seperti pembookingan ulang penumpang ke penerbangan lain, atau mengalihkan perjalanan dengan kereta api, atau mengerahkan pesawat dan awak lain yang standby.

Tahun lalu, maskapai berbujet rendah TUIfly juga terpaksa membatalkan penerbangan setelah banyak pilot yang jatuh sakit. Saat itu, serikat para pilot menyebut banyak dari mereka yang khawatir dengan pembicaraan merger TUIfly yang bisa memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengurangan gaji, jika gagal mencapai kesepakatan.

Perwakilan dari serikat pilot di Jerman, Vereinigung Cockpit, belum memberikan komentar atas insiden yang dialami Air Berlin ini.

Air Berlin, maskapai terbesar kedua di Jerman, terpaksa untuk mendaftar pada perlindungan kebangkrutan bulan lalu, setelah pemegang saham dari Etihad Airways mencabut investasinya usai mengalami kerugian bertahun-tahun.

Para penawar mengantre untuk membeli aset-aset Air Berlin, dengan Lufthansa dipandang berada di posisi kunci untuk mengakuisisi rivalnya. Para penawar memiliki waktu hingga 15 September untuk mendaftarkan tawarannya, dengan keputusan diumumkan paling cepat 21 September.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed