DetikNews
Senin 11 September 2017, 14:30 WIB

Korut Peringatkan AS Akan Sangat Menderita Jika Ada Sanksi Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Korut Peringatkan AS Akan Sangat Menderita Jika Ada Sanksi Baru Kim Jong-Un saat memantau uji coba rudal dalam foto tanpa tanggal (KCNA/via REUTERS)
Pyongyang - Otoritas Korea Utara (Korut) kembali melontarkan peringatan untuk Amerika Serikat (AS). Rezim komunis ini menyatakan akan memicu 'penderitaan dan rasa sakit paling hebat' pada AS jika negara itu mendorong sanksi PBB lebih berat untuk Korut.

Uji coba nuklir keenam Korut pada 3 September lalu tercatat sebagai uji coba dengan kekuatan ledakan nuklir paling besar, mencapai 100 kiloton. Uji coba nuklir itu memicu kecaman global. Dewan Keamanan PBB lantas membahas resolusi baru yang disusun dan diajukan oleh AS.

Dalam draf resolusi itu, AS menyerukan embargo minyak untuk Korut, kemudian pembekuan aset-aset milik pemimpin Korut Kim Jong-Un, juga melarang ekspor teksil serta mempekerjakan para buruh Korut di luar negeri. AS ingin resolusi PBB terbaru itu divoting pada Senin (11/9) waktu setempat, meskipun mendapat perlawanan dari China dan Rusia.


Seperti dilansir Reuters, Senin (11/9/2017), Korut melalui kantor berita resminya, KCNA, melontarkan peringatan khusus untuk AS menjelang voting resolusi PBB yang baru itu. Korut menegaskan AS akan menerima akibatnya jika memaksakan sanksi lebih berat untuk negaranya.

"Jika (AS) terus mendorong 'resolusi' soal sanksi lebih berat yang melanggar hukum dan ilegal, DPRK akan memastikan AS harus membayar harganya," tegas Kementerian Luar Negeri Korut dalam pernyataannya.

"Langkah-langkah ke depan yang akan diambil oleh DPRK, akan memicu penderitaan dan rasa sakit paling hebat yang pernah dirasakan AS sepanjang sejarahnya," imbuh pernyataan itu. DPRK merupakan kependekan dari nama resmi Korut, yakni Republik Demokratik Rakyat Korea.


"Dunia akan menyaksikan bagian DPRK menjinakkan bandit-bandit AS melalui serangkaian aksi yang lebih keras dari yang pernah mereka bayangkan," sebut Kementerian Luar Negeri Korut dalam pernyataannya itu.

Uji coba nuklir Korut yang diklaim melibatkan bom hidrogen, digelar beberapa minggu setelah Korut menembakkan dua rudal balistik antarbenua (ICBM) yang disebut-sebut bisa menjangkau daratan utama AS. Korut menggelar acara makan malam bersama untuk merayakan kesuksesan uji coba itu pada akhir pekan kemarin.

Dalam makan malam itu, KCNA menyebut, Kim Jong-Un memuji uji coba nuklir itu dan mendorong para ilmuwan Korut untuk mengembangkan lebih banyak senjata. Rezim Korut menegaskan butuh senjata nuklir untuk melindungi diri. Namun AS menuding Korut sengaja memohon perang.


(nvc/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed