DetikNews
Jumat 08 September 2017, 10:58 WIB

Protes Uji Coba Nuklir, Meksiko Usir Dubes Korut

Rita Uli Hutapea - detikNews
Protes Uji Coba Nuklir, Meksiko Usir Dubes Korut Kim Jong-Un periksa bom hidrogen (Foto: KCNA via REUTERS)
Mexico City - Pemerintah Meksiko mengusir Duta Besar (Dubes) Korea Utara (Korut). Pengusiran ini sebagai bentuk protes atas uji coba nuklir yang dilakukan Korut pada 3 September lalu.

Pemerintah Meksiko menyebut uji coba bom hidrogen tersebut menimbulkan risiko serius untuk perdamaian.

Kementerian Luar Negeri Meksiko menyatakan, Dubes Kim Hyong Gil dinyatakan persona non grata dan diberikan waktu 72 jam untuk meninggalkan Meksiko.

Dalam statemennya, Kementerian Luar Negeri Meksiko menyatakan, keputusan Pyongyang untuk melakukan uji coba nuklir tersebut merupakan pelanggaran serius atas hukum internasional.

"Aktivitas nuklir di Korut adalah risiko serius bagi perdamaian dan keamanan internasional dan mencerminkan meningkatnya ancaman bagi wilayah, serta sekutu-sekutu kunci seperti Jepang dan Korea Selatan," demikian disampaikan pemerintah Meksiko seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (8/9/2017).

Uji nuklir Korut telah memicu kecaman global dan seruan agar Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi-sanksi baru yang lebih keras terhadap Korut. Pemerintah AS bahkan menginginkan Dewan Keamanan PBB memberlakukan embargo minyak terhadap Korut, melarang eksport tekstil dan mempekerjakan buruh Korut di luar negeri, dan memberlakukan pembekuan aset serta larangan perjalanan untuk pemimpin Korut Kim Jong-Un.

Sementara itu, China yang merupakan satu-satunya sekutu Korut menyatakan sepakat agar PBB mengambil aksi lebih tegas untuk Korut. Di sisi lain, China masih mendorong digelarnya dialog untuk menyelesaikan krisis Korut. "Merujuk pada perkembangan terbaru di Semenanjung Korea, China sepakat agar Dewan Keamanan PBB mengambil langkah dan respons yang diperlukan," tegas Menteri Luar Negeri Wang Yi kepada wartawan.

"Setiap langkah apapun yang diambil oleh komunitas internasional terhadap DPRK (nama resmi Korut), harus mampu mencapai tujuan untuk membatasi program rudal dan nuklir DPRK, sementara itu pada saat yang sama secara kondusif memulai kembali dialog dan konsultasi," imbuhnya.


(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed