DetikNews
Jumat 08 September 2017, 10:16 WIB

Korut Akan Lakukan Pembalasan Keras Jika Ada Sanksi-sanksi Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Korut Akan Lakukan Pembalasan Keras Jika Ada Sanksi-sanksi Baru Kim Jong-Un saat memantau uji coba rudal dalam foto tanpa tanggal (KCNA/via REUTERS)
Moskow - Korea Utara (Korut) bersumpah akan mengambil 'langkah balasan yang sangat keras' terhadap tekanan Amerika Serikat (AS) maupun sanksi-sanksi baru. Komentar keras ini dilontarkan setelah AS meminta PBB mengembargo minyak dan membekukan aset Kim Jong-Un, pemimpin Korut.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (8/9/2017), ancaman Korut itu disampaikan delegasi Korut dalam forum ekonomi di Vladivostok, Timur Jauh, Rusia melalui pernyataannya. Dalam pernyataan yang sama, Korut juga menuding AS ingin berperang.

"Kami akan menanggapi tekanan dan sanksi yang direncanakan secara biadab oleh Amerika Serikat, dengan langkah balasan yang sangat keras dari kami," tegas pernyataan delegasi Korut tersebut.


Lebih lanjut, Menteri Urusan Hubungan Perekonomian Eksternal Korut, Kim Yong-Jae, yang hadir dalam forum itu menyebut setiap tekanan dan sanksi yang ditujukan untuk Korut adalah sebuah kesalahan.



"Upaya menggunakan tekanan dan sanksi agresif yang belum pernah ada sebelumnya untuk mengintimidasi kami dan membuat kami mengubah arah, adalah sebuah kesalahan besar," tegas Kim Yong-Jae dalam forum itu, seperti dikutip kantor berita Rusia, TASS.

"Amerika Serikat seharusnya selalu ingat soal status nuklir negara kami, yang memiliki bom nuklir dan bom hidrogen dan rudal balistik antarbenua," imbuhnya.

Hal ini disampaikan ke publik setelah AS menyatakan keinginan agar Dewan Keamanan PBB memberlakukan embargo minyak terhadap Korut, melarang ekspor tekstil dan mempekerjakan buruh Korut di luar negeri, serta memberlakukan pembekuan aset serta larangan perjalanan untuk Kim Jong-Un.


Pernyataan yang sama juga menuding Korea Selatan (Korsel) dan Jepang menggunakan forum di Rusia ini untuk memainkan 'politik kotor'. Delegasi Korut menegaskan, forum tersebut bertujuan untuk membahas kerja sama ekonomi dan bukan untuk mengkritik program rudal Korut.

Dalam forum yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa krisis Korut tidak akan meningkat menjadi konflik skala besar yang melibatkan senjata nuklir. Menurut Putin, akal sehat pada akhirnya akan menang.

"Saya yakin hal-hal tak akan berlanjut hingga menjadi konflik berskala besar, khususnya dengan penggunaan senjata pemusnah massal," kata Putin kepada para delegasi di forum tersebut.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed