DetikNews
Kamis 07 September 2017, 14:51 WIB

PM Korsel: Korut Akan Luncurkan Rudal Antarbenua 9 September

Novi Christiastuti - detikNews
PM Korsel: Korut Akan Luncurkan Rudal Antarbenua 9 September Kim Jong Un saat memantau rudal ICBM Korut dalam foto tanpa tanggal (KCNA/via REUTERS)
Seoul - Korea Utara (Korut) dicurigai akan meluncurkan kembali rudal balistik antarbenua (ICBM) miliknya dalam waktu dekat. Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel) Lee Nak-Yon memprediksi rudal ICBM Korut akan diluncurkan pada 9 September mendatang.

"Situasi sangat genting. Tampaknya tidak banyak waktu tersisa sebelum Korea Utara mencapai persenjataan nuklirnya secara lengkap," ucap PM Lee dalam rapat dengan Menteri Pertahanan Korsel di Seoul, seperti dilansir CNN, Kamis (7/9/2017).

"Langkah khusus diperlukan segera untuk menghentikan kesembronoan mereka," imbuhnya.




PM Lee menyebut tanggal '9 September' sebagai dugaan tanggal peluncuran rudal ICBM Korut terbaru.

Tanggal itu diketahui merupakan hari peringatan berdirinya Republik Korut. Tanggal 9 September juga diperingati sebagai hari kemerdekaan Korut, salah satu hari terpenting di negara komunis ini.

Pada Juli lalu, Korut menguji coba rudal rudal ICBM miliknya, atau yang juga disebut Hwasong-14. Kedua rudal ICBM itu ditembakkan dengan lintasan yang tajam dan tinggi, atau bukan lintasan standar. Hal ini sengaja dilakukan Korut demi mencegah rudal-rudal itu melewati wilayah negara lain.


Rudal ICBM buatan Korut yang tergolong rudal jarak jauh, dilaporkan memiliki jangkauan hingga 10 ribu kilometer. Otoritas Korut sebelumnya mengklaim rudal ICBM buatannya mampu menjangkau daratan Amerika Serikat (AS).

Informasi dari Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS), awal pekan ini, menyebut dugaan Korut akan meluncurkan rudal ICBM lagi dalam waktu dekat.

Sementara itu, di tengah ancaman rudal Korut di kawasan Semenanjung Korea, sistem pertahanan rudal AS atau pencegat rudal THAAD yang kontroversial tiba di pangkalan militer Korsel. Kehadiran sistem pertahanan rudal AS ini memicu aksi protes dari ratusan warga Korsel.


Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan, kehadiran sistem pertahanan rudal AS itu diperlukan untuk menangkal ancaman Korut yang semakin meningkat. Terlebih setelah Korut mengklaim sukses menggelar uji coba nuklir terbaru pada 3 September lalu, yang memicu kecaman dunia.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed