Calon Pengebom Ditembak Mati Saat Akan Serang Polisi Turki

Calon Pengebom Ditembak Mati Saat Akan Serang Polisi Turki

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 06 Sep 2017 16:40 WIB
Calon Pengebom Ditembak Mati Saat Akan Serang Polisi Turki
Ilustrasi (AFP Photo/Joshua Lott)
Ankara - Kepolisian Turki menggagalkan rencana serangan bom bunuh diri di sebuah kantor polisi dan markas intelijen di kota Mersin. Satu pelaku calon pengebom bunuh diri telah ditembak mati oleh polisi.

Dituturkan sumber keamanan setempat, seperti dilansir Reuters, Rabu (6/9/2017), kantor polisi yang menjadi target serangan berada di distrik Yenisehir, yang terletak dekat dengan markas regional badan intelijen nasional Turki, MIT.

Insiden ini terjadi pada Rabu (6/9) pagi, sekitar pukul 09.30 waktu setempat di kota pelabuhan Mersin yang terletak di kawasan pantai Mediterania. Dilaporkan kantor berita Turki, Dogan News Agency, insiden ini berawal saat polisi setempat menguntit seorang pria berusia 30-an tahun yang berperilaku mencurigakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria itu menolak untuk berhenti berjalan saat diminta oleh polisi dan malah melepas tembakan ke arah polisi. Polisi Turki akhirnya menembak pria itu hingga tewas.

Insiden ini terjadi di lokasi yang berjarak hanya 30 meter dari kantor polisi setempat. Ahli penjinak bom dikerahkan ke lokasi setelah didapati pelaku membawa semacam peledak. Dugaan pun muncul bahwa pria ini akan meledakkan bom di kantor polisi setempat atau di markas NIT.

Insiden ini tengah diselidiki oleh kantor jaksa kota Mersin. Kepada kantor berita Anadolu, jaksa Mustafa Ercan menyatakan otoritas setempat tengah menyelidiki dugaan bahwa pelaku merupakan militan dari kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

ISIS sebelumnya mendalangi rentetan serangan bom dan aksi penembakan di Turki. Kebanyakan militan asing memilih Turki sebagai jalur untuk masuk ke wilayah Suriah guna bergabung dengan ISIS.

Sejauh ini, otoritas Turki telah menahan lebih dari 5 ribu terduga militan ISIS dan mendeportasi sekitar 3.290 militan asing dari 95 negara berbeda, dalam beberapa tahun terakhir.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads