Dikatakan Putin dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, uji coba bom hidrogen Korut pada Minggu (3/9) tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan hukum internasional, serta menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan stabilitas regional.
Dikatakan Putin dalam statemen yang dirilis Kremlin seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (4/9/2017), krisis di semenanjung Korea harus diselesaikan hanya dengan cara-cara politik dan diplomatik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Pyongyang mengabaikan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB dan hukum internasional, sehingga layak mendapat kecaman sekeras-kerasnya. Kementerian menyesalkan kepemimpinan Korut yang menciptakan ancaman serius bagi wilayah dan mengingatkan bahwa tindakan tersebut akan menimbulkan konsekuensi serius bagi Pyongyang.
"Kami menyerukan semua pihak terkait untuk segera kembali ke dialog dan negosiasi sebagai satu-satunya cara yang mungkin bagi penyelesaian keseluruhan masalah-masalah semenanjung Korea," demikian statemen Kementerian Luar Negeri Rusia.
Kementerian menyatakan, Moskow tetap berkomitmen pada proposal Rusia-China yang isinya tentang Pyongyang menghentikan uji coba senjata dan sebagai gantinya, AS juga harus menghentikan latihan militer gabungan di wilayah semenanjung Korea. (ita/ita)











































