Seperti dilansir Reuters dan AFP, Minggu (3/9/2017), Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa bumi berkekuatan 5,2 SR ini sebagai 'gempa buatan' juga sebagai 'ledakan tambang'.
USGS mencatat pusat gempa berada di sebuah lokasi berjarak 24 kilometer sebelah timur laut Sungjibaegam, Korut. Belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan atas gempa bumi ini.
Sedangkan Otoritas Meteorologi Korea (KMA) menyebut, gempa buatan ini terjadi pada pukul 12.36 waktu setempat.
Kecurigaan mengarah pada uji coba nuklir setelah Korut mengklaim berhasil memproduksi bom hidrogen canggih, yang bisa dimasukkan ke dalam rudal antarbenua (ICBM) miliknya. Belum ada keterangan resmi dari Korut soal gempa maupun dugaan uji coba nuklir ini.
Namun diketahui bahwa uji coba nuklir Korut sebelumnya kerap memicu getaran gempa di kawasan sekitarnya.











































