Korut menuai kecaman dunia setelah menembakkan rudal balistik yang melintasi angkasa Jepang. Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe mengecam peluncuran rudal tersebut sebagai ancaman serius yang belum pernah terjadi sebelumnya. PM Abe pun setuju dengan Presiden AS Donald Trump untuk lebih meningkatkan tekanan terhadap Korut.
Kantor berita resmi Korut, KCNA mengecam sikap Jepang yang disebutnya berpihak kepada AS tersebut. "Jepang kini telah muncul dengan lengan bajunya yang tergulung untuk mendukung langkah-langkah perang tuannya yang anti-DPRK (singkatan nama resmi Korut," demikian disampaikan KCNA seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (31/8/2017).
"Hubungan militer sekutu-sekutu tersebut telah menjadi ancaman serius bagi semenanjung Korea dan Jepang tak sadar bahwa dia mempercepat kehancuran dirinya sendiri," demikian statemen KCNA.
Sebelumnya Korut melalui KCNA, menyebut peluncuran rudal yang melintasi Jepang pada Selasa (29/8) lalu merupakan 'langkah awal' dan 'pendahuluan' dari rencana serangan rudal ke Guam, wilayah AS di Pasifik.
"Latihan peluncuran rudal balistik terbaru seperti perang sungguhan adalah langkah pertama operasi militer dari KPA (militer Korut) di Pasifik dan pendahuluan penting untuk mengatasi Guam," ucap pemimpin Korut, Kim Jong-Un seperti dikutip KCNA.
Beberapa waktu lalu, Korut mengklaim akan menembakkan empat rudal ke Guam, yang menjadi lokasi dua pangkalan militer AS.
Ancaman Korut itu memicu kekhawatiran AS dan dunia, sebelum akhirnya Kim Jong-Un memutuskan menunda serangan. Kim Jong-Un beralasan dirinya ingin mengawasi 'perilaku bodoh' AS lebih lama, sebelum sungguh-sungguh melancarkan serangan.
(ita/ita)











































