Pada Selasa (29/8) lalu, Korut kembali melakukan uji coba misil jarak menengah Hwasong-12. Pihak Korut dalam minggu terakhir mengancam akan mengirim rudal ke wilayah Guam di AS. Sementara itu Presiden Donald Trump telah memperingatkan Korut akan adanya hujan 'api dan kemarahan'.
Diberitakan AFP, Rabu (8/30/2017), setelah peluncuran misil yang terakhir oleh Korut, Presiden Trump menyebut negosiasi bukanlah jawabannya. Trump bahkan menyebutkan semua pilihan ada di atas meja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misil jarak menengah yang diluncurkan Korut, melintasi wilayah angkasa Jepang sebelum jatuh di Samudra Pasifik, di lepas pantai Pulau Hokkaido.
Pyongyang mengatakan terprovokasi oleh latihan militer bersama Amerika Serikat-Korea Selatan, yang menurut mereka merupakan latihan untuk invasi.
Sementara Dewan Keamanan PBB sudah menggelar sidang darurat untuk menanggapi peluncuran rudal Korut, dan menjelang sidang, Sekjen PBB, Antonio Guterres, mengatakan peluncuran rudal mengganggu keamanan dan stabilitas kawasan.
(tfq/rna)











































