Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May marah atas tindakan Korut yang disebut sebagai "provokasi sembrono" tersebut.
"Perdana Menteri marah atas provokasi sembrono Korut dan dia mengecam keras uji coba ilegal ini. Dari perspektif kami, kami perlu untuk terus bekerja sama dengan mitra-mitra internasional kami untuk terus menekan Korut," ujar juru bicara PM May kepada para wartawan di London seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (29/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, militer Korea Selatan menyatakan bahwa sebuah rudal Korut ditembakkan dari kawasan Sunan, di dekat ibu kota Pyongyang, sebelum pukul 06.00 pagi, Selasa (29/8) waktu setempat.
"Korea Selatan dan Amerika Serikat bergabung untuk menganalisis rinciannya," demikian tertulis dalam pernyataan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat juga sudah mengkonfirmasi penembakan rudal Korut yang melintasi angkasa Jepang dan sedang mengkajinya lebih lanjut. Penembakan rudal ini dilakukan menyusul tiga uji coba rudal jarak pendek Korut pada Sabtu (26/8), yang ditembakkan ke lepas pantai timurnya.
(ita/ita)











































