PM Abe menyebut peluncuran rudal Korut sebagai ancaman "serius, besar dan belum pernah terjadi sebelumnya." PM Abe pun bertekad akan meningkatkan tekanan terhadap negeri komunis tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita telah memprotes kepada Korea Utara," imbuhnya.
PM Abe pun telah meminta Dewan Keamanan PBB mengadakan sidang darurat untuk membahas tindakan Korut tersebut. Dikatakannya, pemerintah Jepang yang bekerja sama dengan komunitas internasional, akan mendesak adanya peningkatan tekanan terhadap Korut.
Sebelumnya, militer Korea Selatan menyatakan bahwa sebuah rudal ditembakkan dari kawasan Sunan, di dekat ibu kota Pyongyang, sebelum pukul 06.00 pagi, Selasa (29/8) waktu setempat.
"Korea Selatan dan Amerika Serikat bergabung untuk menganalisis rinciannya," demikian tertulis dalam pernyataan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat juga telah mengkonfirmasi penembakan rudal yang melintasi wilayah udara Jepang dan sedang mengkajinya lebih lanjut. Penembakan rudal ini dilakukan menyusul tiga uji coba rudal jarak pendek Korea Utara pada Sabtu (26/8), yang ditembakkan ke lepas pantai timurnya.
Pada tahun 2009, sebuah roket Korut juga melintasi Jepang, dan dikecam oleh pemerintah Tokyo. Saat itu Korut menyatakan tengah meluncurkan satelit telekomunikasi namun AS, Korsel dan Jepang yakin Pyongyang sedang melakukan uji coba rudal antarbenua, ICBM.
(ita/ita)











































