"Kita telah bekerjasama secara aktif untuk menguatkan kemitraan strategis dengan Rusia," kata Jens dalam pertemuan yang membahas tentang pertahanan dan keamanan di Italia, pada Kamis (24/8) sebagaimana dilansir AFP, Jumat (25/8/2017).
"Namun demikian, perangai agresif Rusia telah merongrong stabilitas dan keamanan di Eropa," sambung Jens.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stoltenberg menyebut aksi Rusia itu sebagai "aneksasi ilegal terhadap Krimea", "yang pertama sejak Perang Dunia II, sebuah negara Eropa mengambil wilayah negara lain dengan kekuatan tempur."
"Rusia melanjutkan untuk mendestabilisasi Ukraina Timur. Konflik ini membuat hampir 10 ribu orang Ukraina tewas dan ini telah mengubah konteks keamanan secara luar biasa," kata dia.
Namun kepala NATO tak mencari konfrontasi dengan Rusia. Dia masih percaya pada kekuatan dialog untuk menyelesaikan masalah. Sekutu telah mengerahkan batalyon multinasional ke Estonia, Latvia, Lituania, dan Polandia saat NATO mencoba meyakinkan mereka bahwa mereka tak akan terabaikan dalam setiap krisis.
(dnu/dnu)










































