"Jika Amerika tidak menarik pasukannya dari Afghanistan, tak lama lagi Afghanistan akan menjadi kuburan lain bagi adidaya ini di abad ke-21," cetus juru bicara Taliban di Afghanistan, Zabiullah Mujahid dalam pernyataan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/8/2017).
Dicetuskan Mujahid, Amerika seharusnya memikirkan strategi untuk keluar dari Afghanistan, bukannya melanjutkan perang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Trump menyatakan telah menyetujui pengerahan tambahan ribuan tentara AS ke Afghanistan. Ini berlawanan dengan janjinya semula untuk segera mengakhiri perang AS di Afghanistan.
Pengerahan pasukan tambahan tersebut bisa dibilang mengejutkan. Sebab sebelumnya Trump kerap mengkritik perang yang telah berlangsung selama 16 tahun itu sebagai sesuatu yang membuang-buang waktu dan uang. Namun kali ini Trump mengatakan bahwa hal-hal terlihat berbeda dari "balik meja di Oval Office, Gedung Putih."
"Insting saya adalah untuk menari keluar (pasukan)," kata Trump mengenai perang AS melawan kelompok militan Taliban di Afghanistan, yang telah menewaskan ribuan tentara AS dan menghabiskan dana triliunan dolar AS, seperti dilansir kantor berita AFP.
Namun dikatakan Trump, setelah pertimbangan selama berbulan-bulan, dirinya menyimpulkan bahwa penarikan pasukan secara cepat akan menimbulkan kekosongan yang langsung akan diisi oleh para teroris.
Trump menolak menyebutkan secara detail jumlah pasukan tambahan yang akan dikirimkan ke Afghanistan. Namun pejabat-pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa sekitar 3.900 tentara AS akan dikirimkan ke negeri itu. (ita/ita)











































