DetikNews
Selasa 22 Agustus 2017, 13:46 WIB

Secret Service Tak Bisa Bayar Gaji Pengawal Trump dan Keluarganya

Novi Christiastuti - detikNews
Secret Service Tak Bisa Bayar Gaji Pengawal Trump dan Keluarganya Ilustrasi (AFP File Photo)
Washington DC - Secret Service kesulitan membayar seratusan agen yang ditugaskan mengawal dan melindungi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beserta keluarganya. Anggaran untuk membayar lebih dari 1.000 agen Secret Service telah mencapai batasan yang diatur hukum federal AS.

Seperti dilansir AFP dan CNN, Selasa (22/8/2017), Secret Service sedang berjuang untuk membiayai pengamanan Trump dan keluarga besarnya, serta rumah-rumahnya yang banyak. Secret Service bertugas untuk mengamankan Presiden AS dan keluarganya, juga kediamannya.

Direktur Secret Service, Randolph 'Tex' Alles, menyatakan sebanyak 1.100 agen Secret Service telah mencapai batasan gaji dan tunjangan lembur yang diatur dan diperbolehkan hukum federal AS. Besaran gaji dan tunjangan itu dialokasikan untuk pengamanan kepresidenan selama setahun ini.


Semua anggaran itu habis dalam waktu lebih cepat, karena beban kerja yang terlalu besar dalam jangka waktu sebulan terakhir. Ditambah, bulan depan, sekitar 150 kepala negara akan datang ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Acara seperti itu tentu membutuhkan jasa pengamanan yang lebih intensif.

Namun Alles menyatakan, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan pemerintahan Trump, namun telah berlangsung beberapa tahun terakhir.

"Isu ini bukan isu yang bisa disalahkan ke pemerintahan saat ini, tapi sebenarnya telah menjadi isu berkelanjutan selama nyaris satu dekade terakhir, karena adanya peningkatan kecepatan operasional secara keseluruhan," terang Alles.


Hampir setiap akhir pekan, Trump bepergian ke berbagai propertinya baik yang ada di Florida, New Jersey hingga Virginia. Secret Service juga memberikan pengamanan untuk anak-anak Trump dalam setiap perjalanan bisnis dan liburan mereka.

Secara keseluruhan, ada 42 orang dalam pemerintahan Trump yang dilindungi oleh Secret Service, termasuk 18 anggota keluarga Trump. Jumlah itu lebih banyak dari era pemerintahan Presiden Barack Obama yang memiliki 31 orang dalam pemerintahan yang harus dilindungi Secret Service.

"Presiden (Trump) memiliki keluarga yang sangat besar, dan tanggung jawab kami diatur dalam hukum. Saya tidak bisa mengubah itu. Saya tidak memiliki fleksibilitas," ucap Alles dalam pernyataannya.


Alles tengah berupaya meminta anggaran lebih besar dari Kongres AS. Dia mengaku sedang dalam proses perundingan dengan beberapa anggota parlemen penting AS, untuk menaikkan batasan gaji dan tunjangan lembur. Dari yang tadinya US$ 160 ribu (Rp 2 miliar) per tahun, ingin dinaikkan menjadi US$ 187 ribu (Rp 2,4 miliar) per tahun, setidaknya selama masa jabatan Trump.

Namun, Alles menambahkan, jika memang kenaikan batasan itu disetujui Kongres, sekitar 130 agen Secret Service tetap tidak akan mendapat gaji dan tunjangan untuk ratusan jam kerja yang sudah dijalaninya.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed