Kapal Militer AS Tabrakan dengan Kapal Tanker, Trump Kirimkan Doa

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Agu 2017 17:07 WIB
Kerusakan pada USS John S McCain yang tabrakan dengan kapal tanker di perairan Singapura (REUTERS/Ahmad Masood)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendoakan para pelaut AS di atas kapal penghancur rudal USS John S McCain yang bertabrakan dengan kapal tanker di dekat perairan Singapura. Hingga kini, 10 pelaut AS yang hilang dalam insiden itu masih dicari.

"Pikiran dan doa untuk para pelaut @USNavy yang ada di kapal #USSJohnSMcCain dengan upaya pencarian dan penyelamatan terus berlangsung," tulis Trump via akun Twitternya, @realDonaldTrump, seperti dilansir AFP, Senin (21/8/2017).



Trump melampirkan tautan pengumuman resmi Angkatan Laut AS soal insiden yang terjadi pada Senin (21/8) pagi, sekitar pukul 05.24 waktu setempat. Insiden ini terjadi di perairan sebelah timur Singapura, dekat Selat Malaka.


Trump baru saja mendarat di Gedung Putih dengan Marine One, helikopter kepresidenan AS, setelah 17 hari menjalani 'liburan sambil bekerja' di salah satu resor golf miliknya. Trump tiba di Washington DC pada Minggu (20/8) malam waktu AS.

Saat ditanya langsung oleh wartawan tentang insiden yang menimpa USS John S McCain, dia hanya menjawab 'Itu sangat buruk'.


Kapal militer AS jenis penghancur rudal, USS John S McCain bertabrakan dengan kapal tanker Alnic MC, seberat 30 ribu ton yang membawa muatan minyak dan zat kimia, di dekat perairan Singapura. Akibat tabrakan ini, kapal militer AS itu mengalami kerusakan di bagian port side aft atau bagian kiri belakang kapal. Sedikitnya 10 pelaut AS hilang dan lima orang lainnya luka-luka dalam insiden ini.

"Upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, dengan berkoordinasi dengan otoritas lokal," sebut Angkatan Laut AS dalam pernyataannya.


Selain dibantu Singapura, upaya pencarian korban hilang juga dibantu Malaysia dan Indonesia. Angkatan Laut Malaysia mengerahkan tiga kapal -- KD Handalan, KD Gempita, dan KD Lekiu -- serta sebuah pesawat penyerang CB 90 dan helikopter SuperLynx. Sedangkan TNI AL mengerahkan KRI Cucut-886 dan KRI Parang-647 BKO Guskamlabar, serta satu Helly 409 untuk membantu pencarian.

(nvc/ita)