Kuba Serius Selidiki Serangan Sonik Misterius pada Diplomat AS

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Agu 2017 15:32 WIB
Ilustrasi (REUTERS/Mike Segar)
Havana - Otoritas Kuba menyelidiki secara serius serangan sonik yang membuat para diplomat Amerika Serikat (AS) dan Kanada di Havana, tiba-tiba jatuh sakit. Diduga ada keterlibatan pihak ketiga dalam serangan yang mengganggu aktivitas para diplomat asing ini.

Pemerintah AS tidak menjelaskan secara rinci soal serangan misterius ini. Sejumlah sumber pemerintahan AS menyebutkan, lebih dari 10 diplomat AS dan keluarganya harus menjalani perawatan medis akibat serangan ini. Beberapa dari mereka bahkan dilaporkan mengalami gejala fisik jangka panjang, seperti kehilangan pendengaran. Senjata sonik bisa memicu gejala fisik seperti mual, sakit kepala hingga kehilangan pendengaran.

Penyelidikan untuk mencari pelaku di balik serangan misterius ini masih dilakukan AS, dengan dibantu otoritas Kuba. Dituturkan sejumlah pejabat pemerintahan AS yang enggan disebut namanya, seperti dilansir CNN, Senin (21/8/2017), otoritas Kuba menyelidiki serangan ini secara serius. Bahkan otoritas Kuba disebut memiliki kepentingan nasional yang lebih besar untuk mencari tahu pelaku di balik serangan misterius ini.

"Kuba tidak pernah, atau tidak akan pernah, mengizinkan wilayahnya digunakan untuk aksi apapun terhadap agen diplomatik terakreditasi maupun keluarga mereka, tanpa pengecualian," tegas pemerintah Kuba dalam pernyataannya.


Musim panas ini, Kuba mengambil langkah yang tidak bisa dengan mengizinkan agen FBI dari AS dan anggota Kepolisian Kanada untuk mengunjungi Kuba demi menyelidiki serangan misterius ini. Otoritas Kuba juga meningkatkan keamanan di sekitar kediaman para diplomat asing.

Dituturkan sumber pejabat AS, tim penyelidik telah memeriksa langsung kediaman sejumlah diplomat AS di Havana, namun tidak menemukan bukti apapun untuk mendukung kecurigaan serangan sonik. Mereka masih belum mengetahui sumber gangguan yang menyerang para diplomat asing itu.

Para diplomat asing, khususnya diplomat AS, berada di bawah pengawasan ketat otoritas Kuba. Setiap diplomat asing di Kuba diwajibkan menyewa rumah dari pemerintah Kuba dan dilarang tinggal di rumah-rumah warga Kuba jika bepergian keluar Havana. Diplomat AS juga diwajibkan menjalin kontrak kerja yang jelas, melalui pemerintah Kuba, dengan seluruh staf lokal dari Kuba yang bekerja di kedutaan dan di kediaman diplomat.

Canggihnya serangan misterius ini memicu kecurigaan di kalangan pejabat AS, bahwa ada pihak ketiga atau negara lain yang terlibat. Diduga, dalang serangan ini ingin melakukan pembalasan terhadap AS dan Kanada, atau ingin merusak hubungan kedua negara itu dengan Kuba.


Para penyelidik juga tengah mencari tahu keterlibatan mata-mata dari negara yang memiliki hubungan tidak akur dengan AS, seperti Rusia, China, Korea Utara, Venezuela atau Iran dalam serangan misterius di Havana ini. Namun dugaan itu belum mengerucut pada satu tersangka tertentu.

Terlepas dari itu, kecurigaan keterlibatan langsung Kuba dalam serangan ini juga masih menjadi misteri. Otoritas AS menilai bahwa serangan ini hanya semakin memperburuk hubungan AS-Kuba yang memang masih rapuh.

(nvc/ita)