Bikin Diplomat AS Sakit, Serangan Sonik di Kuba Masih Misterius

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Agu 2017 14:38 WIB
Kedubes AS di Havana dalam foto tahun 2015 (AFP Photo/YAMIL LAGE)
Havana - Serangan sonik yang menyebabkan para diplomat Amerika Serikat (AS) dan Kanada di Kuba jatuh sakit, hingga kini masih misterius. Jumlah mereka yang terkena serangan sonik tersebut diyakini lebih banyak dari yang sebelumnya dilaporkan. Dampak dari serangan ini, beberapa diplomat dan keluarganya dilaporkan mengalami gangguan pendengaran.

Dituturkan dua pejabat senior pemerintahan AS, seperti dilansir CNN, Senin (21/8/2017), lebih dari 10 diplomat AS dan keluarganya harus dipulangkan demi menjalani perawatan medis, setelah berbulan-bulan mengalami serangan yang mengganggu. Dicurigai, serangan sonik mulai terjadi pada pertengahan November 2016 hingga musim semi tahun ini.

Insiden ini mulai terungkap saat sejumlah diplomat AS dilaporkan tiba-tiba jatuh sakit saat bertugas di Havana. Otoritas AS menduga, senjata sonik canggih yang beroperasi di luar jangkauan suara yang terdengar jelas, ditembakkan di dalam atau di bagian luar kediaman para diplomat AS di Havana. Senjata sonik bisa memicu gejala fisik seperti mual, sakit kepala hingga kehilangan pendengaran.

Serangan lainnya melibatkan suara cukup keras, mirip dengungan lebah atau gesekan logam di lantai, namun sumber suara itu tidak bisa diidentifikasi. Beberapa diplomat AS diserang senjata misterius itu saat larut malam di kediaman mereka, kebanyakan saat sedang tertidur.


Pelaku di balik serangan ini masih misterius. Penyelidikan atas insiden ini masih terus dilakukan AS, dengan bantuan otoritas Kuba.

Dijelaskan tiga sumber pemerintahan AS kepada CNN, dua diplomat AS yang menjalani perawatan medis di AS, mengalami sejumlah cedera jangka panjang termasuk kehilangan pendengaran, akibat serangan sonik ini. Diplomat-diplomat AS yang menjadi korban serangan, harus dipulangkan ke AS dan tidak akan bisa kembali lagi ke Kuba.

Beberapa diplomat lainnya, menurut dua sumber pemerintahan AS lainnya, diberi pilihan untuk mengakhiri tugasnya di Havana lebih awal akibat serangan ini. Namun juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, menegaskan Kedutaan Besar AS di Havana tetap 'beroperasi secara penuh' meskipun adanya insiden ini dan pergantian staf.

Pada Juni lalu, lima diplomat Kanada dan keluarganya melaporkan gejala-gejala yang konsisten dengan serangan sonik. Ini berarti serangan lain terjadi pada saat yang sama, ketika otoritas Kuba sedang menyelidiki insiden yang menimpa diplomat AS.

"Kami menyadari adanya gejala tidak wajar yang menimpa personel diplomatik Kanada dan AS beserta keluarga mereka di Havana. Pemerintah secara aktif menyelidiki -- termasuk bersama otoritas AS dan Kuba -- untuk mencari tahu penyebabnya," tutur juru bicara Departemen Urusan Global Kanada, Brianne Maxwell.

(nvc/ita)