Diberitakan oleh AFP, Minggu (13/8/2017), langkah ini dilakukan parlemen Iran seiring meningkatnya ketegangan antara Taheran dan Washington sejak Donald Trump duduk sebagai Presiden AS.
"Orang-orang Amerika tahu ini adalah tindakan pertama kami," ujar juru bicara parlemen Iran, Ali Larijani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permintaan dana yang disahkan itu mengamatkan pemerintah untuk mengalokasikan tambahan anggaran sebesar US$ 260 juta untuk mengembangan rudal dan jumlah yang sama untuk operasi luar Garda Pengawal Iran.
Pemungutan suara tersebut dilakukan setelah AS memberlakukan sanksi kepada Iran pada Juli lalu, yang menargetkan program rudal negara tersebut. Teheran mengatakan bahwa tindakan tersebut melanggar kesepakatan 2015 untuk mengurangi sanksi ke Iran dengan imbalan pembatasan program nuklir.
Menanggapi itu, Trump telah berulang kali mengancam untuk merobek perjanjian tersebut. Trump menyebut kesepakatan itu sebagai 'kesepakatan terburuk yang pernah ada'.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa permintaan penambahan anggaran yang disahkan itu telah mendapat dukungan dari pemerintah.
"Iran menawarkan opsi potensial dan aktual untuk menghadapi tindakan AS yang bermusuhan" ucapnya.
Untuk diketahui, AS tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Iran sejak tahun 1980. Presiden AS Donald Trump juga telah menghentikan komunikasi langsung dengan Iran.
(tfq/ams)











































