DetikNews
Minggu 13 Agustus 2017, 10:34 WIB

Serangan Bom di Pakistan, 15 Orang Tewas

Aditya Mardiastuti - detikNews
Serangan Bom di Pakistan, 15 Orang Tewas Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Quetta - Sebuah bom meledak di pasar yang berada di kota Quetta, Pakistan. Serangan tersebut menewaskan 15 korban.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (12/8). Basis ISIS di Timur Tengah mengklaim bertanggung jawab dalam serangan itu dan menambahkan jika bom bunuh diri dengan sepeda motor telah menewaskan 17 tentara.

Dilansir Reuters, Minggu (13/8/2017), ledakan dahsyat tersebut terjadi saat patroli pasukan militer melewati lokasi kejadian. Pejabat lokal Sarfaz Bugti menduga pasukan patroli tersebut sudah menjadi target.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, ada sekitar 15 korban tewas dalam peristiwa tersebut dan 40 orang luka-luka," ujar Bugti.

Bugti menyebut pihaknya sudah menetapkan kota dalam kondisi darurat dan seluruh rumah sakit sudah siaga. Sementara itu, kepala penjinak bom Quetta Aslam Tareen mengatakan informasi awal jika penyerang menggunakan sepeda motor menabrak kendaraan militer.

Bagian media tentara Pakistan membenarkan patroli tersebut telah menjadi target dan menambahkan dari 15 korban tewas itu ada tujuh warga sipil yang juga menjadi korban. Informasi tersebut mengutip dari pernyataan Panglima militer Jenderal Qamar Javed Bajwa yang mengatakan jika teroris memang ingin menganggu perayaan HUT ke-70 Inggris.

"Keputusan kami tidak akan menyerah pada tantangan apapun," kata Bajwa seperti dikutip dari tweet resmi juru bicara militer.

Kelompok separatis di Baluchistan gencar melakukan kampanye melawan pemerintah pusat selama beberapa tahun terakhir. Kelompok ini menuntut pembagian keuntungan dalam jumlah besar di provinsi penghasil gas alam itu.

Kawasan Baluchistan juga menjadi pusat operasi Taliban dan kelompok ISIS. Tahun lalu, serangan pesawat tanpa awak Amerika Serikat ditujukan ke provinsi yang menjadi batas wilayah antara Afghanistan dan Iran ini dan menewaskan pemimpin Taliban Mullah Akhtar. Provinsi ini menjadi serangkaian target serangan dan tahun lalu tercatat lebih dari 180 korban tewas.


(ams/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed