DetikNews
Sabtu 12 Agustus 2017, 12:50 WIB

Diancam Trump, Venezuela: Ini Aksi Gila, Ekstremisme Tertinggi!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Diancam Trump, Venezuela: Ini Aksi Gila, Ekstremisme Tertinggi! Donald Trump (Foto: REUTERS)
Caracas - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencetuskan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan opsi militer terkait krisis politik di Venezuela. Pemerintah Venezuela menanggapi ketus ancaman Trump tersebut.

"Ini aksi kegilaan, sebuah aksi ekstremisme tertinggi," tegas Menteri Pertahanan Venezuela, Jenderal Vladimir Padrino seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (12/8/2017).

"Ada elite ekstremis yang memerintah Amerika Serikat dan sejujurnya, saya tidak tahu apa yang sedang terjadi, apa yang akan terjadi di dunia," tutur Padrino mengenai Trump.

"Sebagai seorang prajurit, bersama-sama dengan FANB (angkatan bersenjata Venezuela) dan bersama-sama dengan rakyat, saya yakin bahwa kami semua akan berada di barisan pertama dalam membela kepentingan dan kedaulatan Venezuela tercinta kami," imbuh Padrino.

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan banyak opsi untuk Venezuela, termasuk kemungkinan opsi militer terkait eskalasi krisis politik di negara Amerika Selatan itu.

"Kita punya banyak opsi untuk Venezuela, termasuk kemungkinan opsi militer jika diperlukan," ujar Trump kepada para wartawan di New Jersey.

"Kita punya pasukan di seluruh dunia di tempat-tempat yang sangat jauh. Venezuela tidak terlalu jauh dan rakyatnya menderita dan mereka sekarat," imbuh Trump.

Trump mengatakan, krisis politik di Venezuela termasuk di antara sejumlah topik yang dibahas dalam pertemuan di New Jersey bersama Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley. "Venezuela merupakan sebuah kekacauan. Itu kekacauan yang sangat berbahaya dan situasi yang sangat menyedihkan," tutur Trump.

Namun tampaknya militer AS belum mendapat perintah apapun dari Trump. Juru bicara Departemen Pertahanan AS atau Pentagon, Eric Pahon menolak membahas komentar Trump tersebut. "Sampai sekarang, Pentagon belum mendapat perintah apapun," tegasnya.



(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed