DetikNews
Jumat 11 Agustus 2017, 18:33 WIB

Jet Tempur Rusia Terbang Rendah di Atas Capitol dan Pentagon AS

Novi Christiastuti - detikNews
Jet Tempur Rusia Terbang Rendah di Atas Capitol dan Pentagon AS Foto: CNN
Washington DC - Sebuah jet militer Rusia kedapatan terbang di atas Gedung Capitol juga Pentagon di Amerika Serikat (AS). Jet Rusia itu mengudara di ketinggian yang tergolong rendah.

Tidak hanya di atas Gedung Capitol dan Pentagon, jet Rusia itu juga terbang di atas kantor Badan Intelijen Pusat (CIA) dan Pangkalan Militer Gabungan Andrews. Seperti dilansir CNN, Jumat (11/8/2017), insiden ini terjadi pada Rabu (9/8) waktu setempat.

Dua pejabat AS yang memahami hal ini, menuturkan kepada CNN, bahwa aktivitas jet Rusia itu telah mendapatkan izin. Aktivitas itu disebut sebagai bagian dari kesepakatan sejak lama antara AS dan Rusia yang mengizinkan militer kedua negara untuk saling mengamati dari udara.

Kesepakatan bernama 'Treaty on Open Skies' itu mengizinkan pesawat militer AS dan Rusia serta beberapa negara lain untuk melakukan observasi udara terhadap lokasi-lokasi militer di 34 negara penandatangan kesepakatan itu.

Disebutkan situs pelacakan penerbangan Flightradar24, bahwa satu jet Angkatan Udara Rusia jenis Tupolev Tu-154, yang tidak dilengkapi senjata, mengudara di atas lokasi-lokasi penting AS pada Rabu (9/8) sore waktu setempat. Jet Rusia itu diketahui terbang di ketinggian hanya 3.700 kaki (1.127 meter), di atas pusat kota Washington DC dan Pangkalan Militer Gabungan Andrews di Maryland, yang menjadi basis Air Force One.

Jet Rusia itu disebut telah mendapat wewenang untuk masuk zona P-56, wilayah udara di sekitar Gedung Putih yang super ketat pengamanannya.

Ditambahkan dua pejabat yang memahami aktivitas jet tempur Rusia ini, bahwa jet militer yang sama dijadwalkan terbang kedua kalinya antara pukul 17.00 hingga 18.00 waktu setempat. Penerbangan kedua dilakukan di wilayah Bedminster, New Jersey, tempat Presiden AS Donald Trump berlibur.

Secara terpisah, sumber penegak hukum AS menuturkan kepada CNN bahwa jet Rusia itu juga terbang rendah di atas Camp David, yang menjadi tempat liburan khas Presiden AS di Pegunungan Catoctin, Maryland, juga di Trump National Golf Course di Virginia dan Pengunungan Weather yang menjadi lokasi bungker relokasi rahasia pemerintah AS.

Ditegaskan sumber itu, bahwa ada personel Angkatan Udara AS di dalam jet tempur Rusia, yang mampu mengumpulkan berbagai informasi intelijen itu. Jet tempur Rusia itu disebut mampu mengumpulkan gambar udara, citra termal dan mendeteksi sinyal intelijen dari udara.

Open Skies Treaty telah diberlakukan sejak tahun 2002. Sejak saat itu sudah lebih dari 1.200 penerbangan dilakukan oleh negara-negara yang menandatangani kesepakatan itu. Aktivitas jet tempur Rusia pada pekan ini terungkap ke publik karena target-target pengamatan yang sangat high-profile di ibu kota AS. Juru bicara Badan Pengurangan Ancaman Pertahanan AS (DTRA), Dan Gaffney, enggan mengkonfirmasi target-target itu.


(nvc/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed