Dalam wawancara dengan media CBS cabang South Carolina, Senator Lindsey Graham mengatakan dirinya mendukung retorika keras Presiden Donald Trump terhadap Korut.
"Jika memang diharuskan, kita akan berperang. Saya sebenarnya tidak ingin, namun jika memang kita harus, kita akan berperang. Dan saya katakan pada Anda siapa yang akan memenangi perang itu: kita," tutur Graham seperti dilansir CBS News, Jumat (11/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir dia berusaha membuat China dan Korea Utara memperhatikan bahwa permainan telah berubah," ujar Graham mengenai ancaman Trump tersebut.
"Presiden Trump menolak doktrin kesabaran strategis yang telah gagal selama 25 tahun. Dia mengatakan pada saya, dan saya pikir dia akan menyampaikan pada China dan Korut, bahwa dia tak akan membiarkan Korut mengembangkan rudal dengan senjata nuklir di atasnya yang bisa menyerang Amerika, bahwa jika dia memang harus menggunakan kekuatan militer untuk mencegah itu terjadi, dia akan melakukannya," imbuh senator Partai Republik asal South Carolina tersebut.
"Saya pikir itu seruan yang tepat karena kita tak bisa hidup sebagai negara di bawah ancaman serangan nuklir dari satu orang gila di Korea Utara," cetus Graham.
Korut telah dua kali menggelar uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) bulan lalu. Pyongyang mengklaim, rudal ICBM terbarunya, yang diluncurkan pada 4 Juli lalu, bisa membawa hulu ledak nuklir yang besar dan berat ke wilayah benua AS.
(ita/ita)











































