Dilansir dari AFP, Selasa (8/8/2017), pria berusia 50 tahun itu berhenti di kota Duyun, bagian barat daya provinsi Guizhou pekan lalu. Berdasarkan harian Chongqing Morning Post, polisi mengatakan peristiwa itu sebagai pidana kriminal.
Pihak otoritas menangkap pria yang bermarga Zheng itu sebagai tersangka pembunuhan. Namun, dia menjelaskan jika anggota tubuh yang dibawanya itu milik saudara laki-lakinya yang diamputasi usai mengalami kecelakaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria itu akhirnya dibebaskan setelah polisi mengkonfirmasi keterangannya dengan pihak rumah sakit tempat adiknya dirawat. Salah satu staf di terminal bus membenarkan peristiwa tersebut, namun enggan memberikan penjelasan rinci.
Salah seorang polisi mengatakan pria pembawa lengan itu tidak tepat dijatuhi pidana kriminal, tapi lebih sanksi administratif, yang berkaitan dengan denda.
Media setempat juga melaporkan jika pria itu harus mencari cara untuk membawa lengan adiknya tersebut ke rumah.
"Pemerintah China biasa mengeluarkan izin untuk membawa anggota tubuh. Namun membawa anggota tubuh dengan bus dilarang dengan alasan higienis," ujar staf terminal bus.
(ams/imk)











































