"Mengenai peluncuran rudal Korut baru-baru ini, yang sekali lagi merupakan pelanggaran resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB, China telah dengan jelas menyampaikan penolakan kami," kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (3/8/2017).
"Di saat yang sama, kami juga meminta semua pihak untuk tidak melakukan tindakan apapun yang akan menimbulkan eskalasi ketegangan," imbuh Wang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanyai wartawan mengenai komentar Tillerson tersebut, Wang berharap pemerintah AS akan bisa melaksanakannya. Wang berharap semua pihak bisa melangkah bersama lewat dialog untuk menemukan solusi secepatnya.
Sebelumnya pada Jumat (28/7) lalu, Korut sukses menggelar uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) untuk kedua kalinya. Kantor berita resmi Korut, KCNA melaporkan, rudal ICBM tersebut mengudara selama 47 menit dan 12 detik dan berhasil mencapai ketinggian maksimum 3.724,9 kilometer dan terbang sejauh 998 kilometer.
Uji coba tersebut diawasi langsung oleh pemimpin Korut Kim Jong-Un yang menegaskan, program senjata negeri komunis itu merupakan aset tak ternilai yang tak bisa diambil atau digantikan. Kim juga mengatakan uji coba tersebut membuktikan bahwa wilayah AS berada dalam jangkauan serangan rudal Korut.
Menurut organisasi Union of Concerned Scientists yang berbasis di AS, rudal tersebut bisa menjangkau hingga ke wilayah Denver dan Chicago di Amerika Serikat.
Sebelumnya dalam uji coba pertama peluncuran rudal ICBM yang digelar Selasa (4/7) pagi waktu setempat, Korut meluncurkan rudal balistik yang diberi nama Hwasong-14 hingga mencapai ketinggian 2.802 kilometer dan mengudara sejauh 933 kilometer dalam waktu 39 menit.
(ita/ita)










































