DetikNews
Kamis 03 Agustus 2017, 14:08 WIB

Dubes RI Dapat Dukungan Presiden Tanzania Tingkatkan Hubungan Dagang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Dubes RI Dapat Dukungan Presiden Tanzania Tingkatkan Hubungan Dagang Dubes Pardede dan Presiden Magufuli (Foto: KBRI Dar es Salaam)
Dar es Salaam - Setelah 20 hari berada di Dar es Salaam, Tanzania, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Republik Persatuan Tanzania, Prof. Dr. Ratlan Pardede telah menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Republik Persatuan Tanzania, John Pombe Magufuli di State House, Dar es Salaam, 1 Agustus 2017.

Dalam rangka acara penyerahan Surat Kepercayaan, Dubes Pardede juga berkesempatan untuk melakukan pembicaraan yang hangat dengan Presiden Magufuli, terkait upaya kedua pemerintah untuk memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.

Presiden Magufuli sangat mengapresiasi kehadiran Indonesia sebagai salah satu mitra penting Tanzania dari Asia Tenggara, serta ingin belajar lebih banyak mengenai keberhasilan Indonesia mencapai pembangunan ekonomi.

"Saya sangat mendorong agar hubungan baik yang terjalin sejak lama antara Indonesia dengan Tanzania dapat semakian erat serta dapat mensejahterakan rakyat kedua negara" ujar Presiden Magufuli dalam siaran pers KBRI Dar es Salaam yang diterima detikcom, Kamis (3/8/2017).

Presiden Magufuli juga mengundang kehadiran perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di Tanzania.

Dalam tanggapannya, selain menyampaikan salam hangat dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Magufuli, Dubes Pardede juga menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus meningkatkan dan memperat hubungan bilateral antara kedua negara.

"Selama bertugas, saya sangat berkeinginan untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan Tanzania yang saling menguntungkan kedua negara" ucap Dubes Pardede.

Menanggapi keinginan Pemerintah Indonesia, Presiden Magufuli mendukung rencana tersebut serta akan menugaskan jajarannya untuk membantu kelancaran upaya dimaksud.

Hubungan Indonesia dan Tanzania yang dapat ditarik sejak jaman pendiri kedua bangsa, memiliki tempat tersendiri dalam hati dan sejarah bangsa Tanzania.

Presiden pertama Tanzania, Julius Nyerere merupakan salah satu sahabat karib dari Presiden Sukarno. Kedua tokoh tersebut sama-sama memperjuangkan kemerdekan bangsa-bangsa yang terjajah melalui forum KAA dan GNB.

Tanzania memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di kawasan Afrika dan Sub-Sahara, sekitar 7% pada tahun 2010 – 2015. Sementara itu, nilai perdagangan Indonesia dengan Tanzania pada tahun 2016 tengah mengalami penurunan sebesar 5,11% dari tahun sebelumnya dengan jumlah US$ 223,35 juta yang disebabkan oleh pelemahan ekonomi dunia.

Adapun komoditas ekspor utama RI ke Tanzania antara lain minyak kelapa sawit, kertas, tekstil, ban, sabun dan produk kain alas bayi. Sementara impor utama Indonesia dari Tanzania antara lain: tembakau, kapas, kakao dan kacang-kacangan.

Tanzania merupakan negara di kawasan Afrika Timur yang juga merupakan lokasi dari kantor pusat East African Cooperation (EAC) sebagaimana Indonesia yang merupakan lokasi beradanya Sekretariat ASEAN.

Sebelum menjadi Dubes RI untuk Republik Persatuan Tanzania merangkap Republik Burundi, Uni Komoros dan Republik Rwanda, Dubes Pardede pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Mpu Tantular (2011 -2015) serta dosen Pasca Sarjana, mengajar di bidang ekonomi dan manajemen di beberapa universitas di Jakarta.

Dengan diserahkannya Surat Kepercayaan kepada Presiden Republik Persatuan Tanzania, maka sejak tanggal 1 Agustus 2017, Dubes Pardede secara resmi dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Persatuan Tanzania.


(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed