"Saat ini, kami tengah mempertimbangkan opsi-opsi kami dan ketika kami sudah bisa menyampaikan sesuatu mengenai hal itu, kami akan beritahukan Anda," ujar juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders kepada para wartawan, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (1/8/2017).
Diimbuhkannya, Trump akan segera menandatangani UU mengenai sanksi-sanksi baru terhadap Rusia, namun tidak disebutkan kapan waktu persisnya. Senat AS pada Kamis (27/7) waktu setempat menyetujui UU yang akan memperberat sanksi-sanksi terhadap Rusia, terkait dugaan campur tangannya dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 lalu serta pencaplokan wilayah Crimea dari Ukraina. Iran dan Korea Utara juga dikenai sanksi-sanksi baru dalam UU tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena lebih dari 1.000 pekerja -- diplomat dan staf pendukung -- bekerja dan masih bekerja di Rusia, 755 orang harus menghentikan aktivitas mereka di Federasi Rusia," tutur Putin dalam wawancara dengan Vesti TV, seperti dilansir kantor berita Reuters.
Putin mengatakan, Rusia bisa menempuh langkah-langkah berikutnya terhadap AS, namun tidak untuk saat ini. Ditekankan Putin, sanksi-sanksi AS telah memperburuk hubungan AS dengan Rusia.
"Kami telah menunggu cukup lama bahwa mungkin sesuatu akan berubah membaik, kami berpegang pada harapan bahwa entah bagaimana situasi akan berubah. Namun tampaknya, meskipun itu berubah suatu hari nanti, itu tak akan berubah segera," tutur Putin.
Sebelumnya pada Desember 2016 lalu, mantan Presiden Barack Obama memerintahkan pengusiran 35 diplomat Rusia dan menutup dua rumah musim panas milik Kedutaan Rusia yang menurut Washington digunakan oleh Moskow untuk spionase. Saat itu, pemerintah Rusia menyatakan akan membalas pengusiran tersebut setelah Donald Trump dilantik menjadi presiden AS.
(ita/ita)











































