755 Staf Diplomatik Diusir Putin, AS Pertimbangkan Opsi-opsi

755 Staf Diplomatik Diusir Putin, AS Pertimbangkan Opsi-opsi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 01 Agu 2017 11:38 WIB
755 Staf Diplomatik Diusir Putin, AS Pertimbangkan Opsi-opsi
Foto: Reuters
Washington - Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan pengusiran 755 staf diplomatik Amerika Serikat dari negara tersebut. Saat ini pemerintah Amerika Serikat tengah mempertimbangkan opsi-opsi untuk merespons pengusiran tersebut.

"Saat ini, kami tengah mempertimbangkan opsi-opsi kami dan ketika kami sudah bisa menyampaikan sesuatu mengenai hal itu, kami akan beritahukan Anda," ujar juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders kepada para wartawan, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (1/8/2017).

Diimbuhkannya, Trump akan segera menandatangani UU mengenai sanksi-sanksi baru terhadap Rusia, namun tidak disebutkan kapan waktu persisnya. Senat AS pada Kamis (27/7) waktu setempat menyetujui UU yang akan memperberat sanksi-sanksi terhadap Rusia, terkait dugaan campur tangannya dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 lalu serta pencaplokan wilayah Crimea dari Ukraina. Iran dan Korea Utara juga dikenai sanksi-sanksi baru dalam UU tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putin memerintahkan pengusiran 755 staf diplomat AS setelah Senat AS menyetujui serangkaian sanksi baru terhadap Moskow. Keputusan pengusiran sebenarnya telah dirilis pada Jumat (28/7) waktu setempat, namun kemudian Putin menegaskan ke-755 orang itu harus sudah angkat kaki dari Rusia pada 1 September mendatang. Dengan pengurangan itu, maka total staf diplomatik AS di Rusia nantinya akan berjumlah 455 orang -- sama dengan ukuran misi diplomatik Rusia di AS.

"Karena lebih dari 1.000 pekerja -- diplomat dan staf pendukung -- bekerja dan masih bekerja di Rusia, 755 orang harus menghentikan aktivitas mereka di Federasi Rusia," tutur Putin dalam wawancara dengan Vesti TV, seperti dilansir kantor berita Reuters.

Putin mengatakan, Rusia bisa menempuh langkah-langkah berikutnya terhadap AS, namun tidak untuk saat ini. Ditekankan Putin, sanksi-sanksi AS telah memperburuk hubungan AS dengan Rusia.

"Kami telah menunggu cukup lama bahwa mungkin sesuatu akan berubah membaik, kami berpegang pada harapan bahwa entah bagaimana situasi akan berubah. Namun tampaknya, meskipun itu berubah suatu hari nanti, itu tak akan berubah segera," tutur Putin.

Sebelumnya pada Desember 2016 lalu, mantan Presiden Barack Obama memerintahkan pengusiran 35 diplomat Rusia dan menutup dua rumah musim panas milik Kedutaan Rusia yang menurut Washington digunakan oleh Moskow untuk spionase. Saat itu, pemerintah Rusia menyatakan akan membalas pengusiran tersebut setelah Donald Trump dilantik menjadi presiden AS.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads