detikNews
Jumat 28 Juli 2017, 12:12 WIB

Pria di Bawah 50 Tahun Kembali Dilarang Salat Jumat di Al-Aqsa

Novi Christiastuti - detikNews
Pria di Bawah 50 Tahun Kembali Dilarang Salat Jumat di Al-Aqsa Masjid Al-Aqsa (dok. detikcom/Erwin Dariyanto)
Yerusalem - Kepolisian Israel kembali melarang jemaah pria berusia di bawah 50 tahun untuk ikut salat Jumat di dalam Masjid Al-Aqsa. Larangan ini berpotensi kembali memicu ketegangan di kompleks suci bagi umat muslim dan warga Yahudi itu.

"Penilaian keamanan telah dilakukan dan ada indikasi unjuk rasa akan terjadi hari ini," demikian pernyataan Kepolisian Israel soal kompleks Haram al-Sharif, yang oleh umat Yahudi disebut sebagai Temple Mount, seperti dilansir AFP, Jumat (28/7/2017).

"Hanya pria dengan usia di atas 50 tahun yang akan diizinkan masuk dan wanita dari semua umur juga diizinkan," imbuh pernyataan itu. Ini berarti hanya jemaah pria yang lanjut usia dan jemaah wanita yang diizinkan salat di dalam masjid.


Kompleks Haram al-Sharif menjadi lokasi Masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock yang suci bagi umat muslim dan warga Yahudi. Akses ke kompleks yang terletak di Kota Tua, Yerusalem itu juga kembali dibatasi oleh otoritas Israel dengan alasan keamanan.

"Sejumlah ruas jalan di sekitar Kota Tua akan dibatasi aksesnya dan seluruh langkah keamanan yang diperlukan akan diambil demi mencegah dan menanggapi pecahnya kekerasan," terang Kepolisian Israel dalam pernyataannya.

Pada Kamis (27/7) waktu setempat, otoritas Palestina mengakhiri boikot pada kompleks Masjid Al-Aqsa. Penghentian boikot ini dilakukan setelah Israel memindahkan alat pendeteksi logam dan kamera keamanan (CCTV) serta pagar pembatas besi yang sebelumnya dipasang di luar kompleks suci itu.


Ribuan jemaah mulai masuk ke dalam Masjid Al-Aqsa sejak Kamis (27/7) siang waktu setempat. Tak lama kemudian, bentrokan antara pasukan keamanan Israel yang menjaga kawasan itu dengan warga Palestina kembali pecah. Pemicu bentrokan ini tidak diketahui secara jelas.

Bulan Sabit Merah melaporkan sedikitnya 100 orang mengalami luka-luka dalam bentrokan terbaru itu. Laporan menyebut, bentrokan mulai pecah saat sekelompok polisi Israel yang berjalan di tengah kerumunan warga Palestina. Botol plastik dilemparkan ke arah polisi Israel oleh warga Palestina. Aksi itu dibalas granat kejut oleh polisi Israel. Dalam keterangan terpisah, militer Israel menyebut personelnya dilempari batu oleh warga.


(nvc/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed