Hal itu disampaikan Mansour dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Selasa (25/7) waktu setempat. Dikatakannya, krisis di kawasan Masjid Al-Aqsa, Yerusalem merupakan "titik kritis" dan menyerukan para anggota Dewan Keamanan PBB untuk membantu melindungi rakyat Palestina dan tempat-tempat suci mereka dari agenda Israel.
"Kami jelas berada di titik kritis," ujar Mansour dalam pidatonya di depan perwakilan 15 negara anggota DK PBB seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (26/7/2017). "Oleh karena itu kami harus kembali mengingatkan bahaya provokasi dan hasutan seperti itu, dan berbahayanya memicu lingkaran kekerasan lainnya yang tentunya akan berdampak sangat luas," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemasangan metal detector tersebut memicu aksi protes besar-besaran dari pemerintah dan warga Palestina. Bahkan bentrokan mematikan terjadi di luar kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, akhir pekan kemarin. Otoritas Palestina melihat pemberlakuan langkah keamanan baru oleh Israel sebagai upaya untuk merebut kendali atas tempat suci itu. Presiden Palestina Mahmud Abbas bahkan membekukan seluruh komunikasi dengan Israel menyusul pemasangan alat pendeteksi logam itu.
Pada Selasa (25/7) pagi waktu setempat, otoritas Israel akhirnya membongkar metal detector tersebut dan menggantinya dengan kamera-kamera CCTV yang dipasang di sekitar situs suci tersebut.
(ita/ita)











































