Dilaporkan media lokal Swiss, Le Matin, seperti dilansir AFP, Rabu (19/7/2017), dua sosok jenazah manusia ditemukan terletak saling berdekatan di area Gunung Diablerets, Swiss bagian selatan. Tas ransel, sebuah botol, sebuah buku dan sebuah jam tangan ditemukan di dekatnya.
Kepala resor ski Glacier 3000, Bernard Tschannen, menuturkan kepada Le Matin bahwa kedua jenazah ditemukan pada Kamis (13/7) pekan lalu. Temuan ini terjadi saat glester yang 'mengubur' jenazah pasangan itu mulai mencair.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Tschannen bahwa pasangan itu kemungkinan besar terjatuh ke dalam jurang es.
Pemeriksaan DNA akan dilakukan untuk memastikan identitas kedua jenazah itu. Namun salah satu anggota keluarga korban, Marceline Dumoulin, seperti dikutip Le Matin, meyakini kedua jenazah itu adalah orang tuanya yang hilang sejak 15 Agustus 1942 silam.
Dumoulin menuturkan, ayahnya yang bernama Marcelin dan ibunya yang bernama Francine pergi meninggalkan desa mereka di Chandolin untuk menggembalakan ternak di lereng gunung, sebelum dilaporkan hilang. Saat menghilang, Marcelin yang seorang perajin sepatu, saat itu berusia 40 tahun dan Francine yang berprofesi sebagai guru, berusia 37 tahun.
Pada masa itu, upaya pencarian terus dilakukan selama lebih dari dua bulan, namun tak membuahkan hasil. Tujuh anak pasangan ini, lima laki-laki dan dua perempuan, akhirnya diasuh oleh pantai asuhan setempat.
"Kami menghabiskan seumur hidup kami mencari mereka, tanpa henti. Kami tidak pernah berpikir akan bisa menggelar pemakaman yang pantas untuk mereka," ucap Dumoulin yang kini berusia 79 tahun. Dia masih berusia 4 tahun saat orang tuanya hilang.
(nvc/ita)











































