DetikNews
Selasa 18 Juli 2017, 16:43 WIB

Singapura Batalkan Pernikahan karena Suami Ganti Jenis Kelamin

Rita Uli Hutapea - detikNews
Singapura Batalkan Pernikahan karena Suami Ganti Jenis Kelamin Foto: thinkstock
Singapura - Otoritas Singapura membatalkan pernikahan satu pasangan setelah si suami melakukan operasi perubahan jenis kelamin, sehingga keduanya kini menjadi pasangan sejenis. Pernikahan sejenis dinyatakan terlarang di negara tersebut.

Pasangan tersebut awalnya menikah sebagai pria dan wanita pada tahun 2015. Namun kemudian si pria alias suami melakukan operasi pergantian jenis kelamin dan memperbarui kartu identitas nasionalnya sehingga keterangan jenis kelaminnya berubah menjadi wanita.

Namun masalah muncul ketika pasangan yang tidak disebutkan namanya itu, mencoba membeli apartemen buatan pemerintah dan harus menunjukkan status pernikahan mereka. Di Singapura, pasangan yang menikah mendapatkan tunjangan dari negara untuk pembelian pertama kali apartemen pemerintah.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (18/7/2017), pernikahan itu kemudian dibatalkan beberapa bulan kemudian, sehingga mereka pun dinyatakan tak memenuhi syarat untuk membeli apartemen pemerintah.

Kantor Pendaftaran Pernikahan Singapura menolak memberikan keterangan detail mengenai pasangan tersebut. Namun disebutkan mengenai hukum negeri itu yang menyatakan bahwa pernikahan adalah persatuan antara seorang pria dan seorang wanita.

"Pada titik pernikahan, pasangan haruslah pria dan wanita, dan harus mau menjadi dan tetap menjadi sebagai pria dan wanita dalam pernikahan," demikian disampaikan Pendaftaran Pernikahan Singapura.

Meskipun banyak seruan untuk perubahan, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong telah menegaskan, negara itu belum siap untuk pernikahan sesama jenis mengingat masyarakatnya masih konservatif.
(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed