Dituturkan sumber pengadilan Yordania, seperti dilansir Reuters, Senin (17/7/2017), tentara yang tidak disebut namanya itu dijerat dakwaan pembunuhan berencana. Tentara Yordania itu mengaku tak bersalah dalam persidangan.
Praktik keji pembunuhan ini terjadi di depan gerbang salah satu pangkalan udara Yordania pada November 2016. Insiden ini memicu ketegangan antara AS dengan Yordania, yang merupakan sekutu AS di kawasan Timur Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, otoritas AS menegaskan tidak akan mengesampingkan motif politik di balik penembakan ini. Tiga tentara AS yang ditembak mati merupakan pelatih militer para tentara Yordania di pangkalan militer itu.
Yordania diketahui merupakan sekutu loyal AS, yang menerima ratusan kontraktor AS dalam program kerja sama militer antar kedua negara. Kerja sama militer itu termasuk penempatan sejumlah jet tempur AS jenis F-16 di pangkalan udara Yordania.
Tidak hanya itu, AS juga menggunakan pangkalan udara Yordania untuk menyerang posisi-posisi kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah.
(nvc/ita)










































