Dituding Mata-matai Iran, Pria AS Keturunan China Dibui 10 Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 17 Jul 2017 09:22 WIB
Ilustrasi (Pawel Kopczynski/REUTERS)
Teheran - Seorang warga negara Amerika Serikat (AS) kelahiran China dijatuhi vonis 10 tahun penjara oleh pengadilan Iran. Pria bernama Xiyue Wang ini dinyatakan bersalah atas dakwaan spionase.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (17/7/2017), Wang yang berusia 37 tahun merupakan lulusan Princeton University, AS. Dia diketahui berprofesi sebagai seorang peneliti dan sedang melakukan penelitian di Iran. Wang lahir di China, namun dinaturalisasi menjadi warga negara AS. Dia memiliki kewarganegaraan ganda AS-China.

Dilaporkan situs berita resmi otoritas kehakiman Iran, Mizan, yang mengutip salah satu juru bicara pengadilan Iran, bahwa Wang dituding 'melakukan aktivitas mata-mata dengan dalih penelitian'. Wang ditangkap pada 8 Agustus 2016, saat akan meninggalkan Iran.

"Orang ini, yang mengumpulkan informasi dan langsung dipandu oleh Amerika, divonis 10 tahun penjara, tapi vonis itu bisa dibanding," terang juru bicara pengadilan Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, dalam tayangan televisi nasional AS.

Dalam laporannya, Mizan menyebut Wang merupakan bagian dari 'proyek penyusupan' yang bertujuan mengumpulkan 'artikel-artikel bersifat sangat rahasia' untuk sejumlah institusi AS dan Inggris, termasuk Princeton, Departemen Luar Negeri AS, Kennedy School pada Harvard University dan British Institute for Persian Studies.

"Sebelum penangkapannya, dia (Wang-red) mampu mengarsipkan 4.500 halaman dokumen negara ini secara digital, dalam misi pengintaian diam-diam," tuding Mizan.

Dokumen-dokumen rahasia yang disebut 'dicuri' Wang, dikatakan Gholamhossein, diambil dari 'arsip budaya dan penelitian' dan dari 'perpustakaan beberapa organisasi negara'. Mizan mempublikasi penggalan laporan tahunan British Institute of Persian Studies, yang menampilkan Wang mengucapkan terima kasih pada pihak perpustakaan di pusat kajian itu untuk membantunya berkomunikasi dengan akademisi di Iran. Otoritas Iran menyebut laporan itu sebagai 'bukti' bahwa Wang menjalankan misi rahasia di Iran.

Dalam pernyataan terpisah, pihak Princeton University menyebut Wang merupakan kandidat doktoral, yang khusus meneliti sejarah Eurasia akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Menurut pihak Princeton University, Wang berada di Iran untuk meneliti dinasti Qajar. Qajar merupakan dinasti kesultanan Iran yang berasal dari Turki, khususnya dari etnis Qatar, yang menguasai Persia - nama terdahulu Iran - dari tahun 1785 hingga 1925.

(nvc/bpn)