Trump Sebut Putin Lebih Memilih Hillary Clinton Jadi Presiden AS

Trump Sebut Putin Lebih Memilih Hillary Clinton Jadi Presiden AS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 13 Jul 2017 11:37 WIB
Trump Sebut Putin Lebih Memilih Hillary Clinton Jadi Presiden AS
Donald Trump dan Melania (Foto: Morris MacMatzen/Getty Images)
Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin sebenarnya lebih memilih Hillary Clinton menang dalam pemilihan presiden AS tahun lalu.

Hal itu disampaikan Trump di saat dirinya diterpa tudingan bahwa Rusia membantunya memenangkan pemilihan presiden. Dalam wawancara dengan media Christian Broadcasting Network, Trump mengatakan bahwa Rusia lebih memilih Hillary sebagai presiden AS.

"Ada banyak hal yang saya lakukan yang justru bertentangan dengan apa yang dia (Putin) inginkan," ujar Trump seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (13/7/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi apa yang terus saya dengar bahwa dia lebih menyukai Trump, saya pikir tidak, karena ketika saya menginginkan militer yang kuat, kalian tahu dia (Hillary) tak akan menghabiskan banyak uang untuk militer," kata Trump.

"Ketika saya menginginkan energi yang luar biasa -- kita membuka batu bara, kita membuka gas alam... semua hal yang akan dia (Putin) benci -- namun tak ada yang pernah menyebut itu," imbuh Trump.

"Jika Hillary menang, militer kita akan berkurang. Energi kita akan jauh lebih mahal. Itulah yang tidak disukai Putin tentang saya," cetus Trump.

Trump pun mengomentari terkuaknya pertemuan putra sulungnya, Donald Trump Jr dengan seorang pengacara Rusia pada tahun 2016. Dikatakan Trump, dirinya baru mengetahui soal pertemuan tersebut dua hari lalu, dan dia tidak menyalahkan putranya itu atas pertemuan tersebut.

"Saya pikir banyak orang yang akan melakukan pertemuan itu," kata Trump.

Pertemuan putra Trump tersebut menuai kontroversi karena dilakukan di masa kampanye kepresidenan Trump. Ditambah lagi, beredar kabar bahwa putra Trump bersedia bertemu dengan pengacara Rusia tersebut setelah dijanjikan informasi yang bisa menjatuhkan Hillary, rival ayahnya dalam pilpres tahun 2016. (ita/ita)


Berita Terkait