Pegang Ponsel Saat Mandi di Bathtub, ABG AS Tewas Tersetrum

Pegang Ponsel Saat Mandi di Bathtub, ABG AS Tewas Tersetrum

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 12 Jul 2017 15:49 WIB
Pegang Ponsel Saat Mandi di Bathtub, ABG AS Tewas Tersetrum
Ilustrasi
Texas - Seorang remaja asal Texas, Amerika Serikat (AS) tewas tersetrum usai memegang telepon genggam yang sedang dicas. Insiden ini terjadi saat remaja putri berusia 14 tahun ini sedang mandi di bathtub.

Dilaporkan media lokal, Hobbs News-Sun, seperti dilansir Reuters, Rabu (12/7/2017), insiden ini terjadi saat Madison Coe (14) yang berasal dari Lubbock, Texas, berkunjung ke rumah ayahnya di negara bagian New Mexico pada akhir pekan.

Kepolisian di Lovington, New Mexico, menyatakan korban terkena sengatan listrik. Polisi menemukan sebuah telepon genggam, kabel pengisi daya dan stop kontak tambahan di dalam kamar mandi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nenek Coe menuturkan kepada televisi lokal KCBD, remaja itu memiliki bekas luka bakar di bagian tangannya, yang diakibatkan saat Coe memegang telepon genggam yang sedang dicas. Insiden ini membuat keluarga Coe menyerukan imbauan untuk tidak menggunakan telepon genggam saat sedang diisi dayanya.

"Ini sungguh tragedi yang tidak perlu terjadi pada siapapun," ucap nenek Coe, Donna O'Guinn, kepada KCBD.

"Kami ingin hal yang baik muncul dari tragedi ini, dengan adanya kewaspadaan untuk tidak menggunakan telepon genggam Anda di dalam kamar mandi, terutama saat tersambung ke stop kontak dan sedang diisi dayanya," imbuhnya.

"Kita perlu mengajari anak-anak kita bahwa listrik dan air tidak cocok," imbau O'Guinn.

Sosok Coe dikenal sebagai pemain basket handal di sekolahnya, yakni Terra Vista Middle School di Lubbock. Dia juga memainkan alat musik tiup Tuba dalam band sekolahnya. "Dia (Coe-red) sangat manis terhadap semua orang dan semua orang menyayanginya," tutur sang nenek.

Ibunda Coe, Angela O'Guinn Downs, memposting foto-foto putrinya semasa hidup via Facebook dengan menyertakan imbauan soal penggunaan telepon genggam. "Tolong, tolong biarkan suaranya didengar dan lindungi dan didik anak-anak Anda soal bahaya fatal tersetrum," demikian bunyi pesan itu.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads